Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Regional

Agung Sedayu : Menghimbau Ketahanan Pangan Berbasis Warga Harus Di Mulai dengan Kemitraan Yaswu Agar Tepat Sasaran

Avatar photo
16
×

Agung Sedayu : Menghimbau Ketahanan Pangan Berbasis Warga Harus Di Mulai dengan Kemitraan Yaswu Agar Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

Bogor | Afj-news.online – Wilayah yang berbatasan dengan sentra Industri Semen Indocement ini mengalami dilema dalam pengolahan lahan produktif. Leuwikaret Klapanunggal Kabupaten Bogor yang terkenal dengan sebutan 1000 gua merupakan salah satu situs sejarah tertua di Indonesia bahkan di belahan dunia ini berdatangan wisatawan untuk sekedar menikmati keindahan dan historis gua Gajah.

Tak dipungkiri ini merupakan salah satu aset bangsa yang bisa dikembangkan lebih jauh. Menyikapi hal ini Yayasan Amal Soleh Waqaf Umat tergerak untuk mengelola aset ini kolaborasi dengan Pemerintah Desa dan Penggiat sosial di wilayah Leuwikaret Klapanunggal Kabupaten Bogor ini.

Hal ini dibahas secara maraton antara tim Yaswu, Bapak Agus Salim selaku Pjs Kades Leuwikaret Klapanunggal Kabupaten Bogor, Sekretaris LPM Leuwikaret bapak Hartono, bang Tedi dari Parahyangan News, bapak Hebron Sibarani dari Konsultan Organik Biota Grup, bang Berlan selaku korlap Yaswu Kab Bogor, dan Penggiat lainnya di ruang Kades Leuwikaret Klapanunggal Kabupaten Bogor. (10/9/2026).

Baca Juga :  Wamen PKP Dorong Pembangunan Rumah Pekerja di Kawasan Industri Medan

“Kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat utamanya petani, peternak, atau ibu rumah tangga seperti penggiat PKK di tiap RT atau RW untuk memaksimalkan panen dalam skala mikro ataupun makro,” papar Hebron Sibarani selaku Konsultan Organik Sertifikasi Kementan sekaligus mitra Yaswu kepada awak media.

“Tentunya harus didukung pemerintah setempat,” timpal Widi selaku Inisiator Roadshow 1000 spot ini.

“Kami dukung penuh dan nantinya dibantu LPM untuk melihat lahan yang berpotensi di wilayah ini,” ujar Pjs Kades Leuwikaret Klapanunggal Kabupaten Bogor, bapak Agus Salim kepada awak media.

Baca Juga :  Penutupan Sanlat Muallaf Darunnajah : Sumringah Peserta Bercampur Haru

“Ini sebuah kolaborasi yang baik, nantinya bisa kami jadikan sebagai mitra Ketapang (Ketahanan Pangan, red) di tahun berikutnya,” papar Hartono selaku sekretaris LPM Leuwikaret Klapanunggal Kabupaten Bogor ini.

Banyak bahasan yang dibicarakan meliputi potensi wisata sungai, Edukasi Tanaman Buah, Rimpang, Saung Qur’an, Pengembangan UMKM, pendidikan dan pelatihan bagi warga putus sekolah, layanan informasi Haji Umroh hingga Pilot Project Ketahanan Pangan berbasis warga Lahan Sawah ataupun kebun.

“Intinya tiap desa minimal menyiapkan 1 hektar lahan sawah dengan irigasi yang cukup yang nantinya tim kami menyewa selama setahun dan kami mendidik dan membina warga untuk jadi petani handal dan mendapatkan honor atau upah yang layak,” tegas Hebron Sibarani selaku mitra Yaswu ini.

Baca Juga :  Kapolres Asahan Bersama Forkopimda Kibarkan Bendera Merah Putih di Air Terjun Si Monang-monang

“Kami himbau agar stake holder di setiap desa bisa mendukung program Ketahanan Pangan berbasis warga ini,” himbau Agung Sedayu, AA, SE selaku Inisiator Roadshow 1000 Spot kepada aparat desa melalui awak media.

Tentunya program ini merupakan program kemandirian yang di buat untuk 1000 wilayah di Jawa Barat agar nantinya tiap desa atau wilayah bisa mengaplikasikan Ketahanan Pangan secara maksimal dan berkelanjutan. Semoga.

(Agung Sedayu Widi)

banner 468x60
Example 120x600