Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
SosialTNI/POLRI

Karhutla Pulau Jumat Jadi Perhatian Serius, Kapolda Riau dan Pangdam XIX Turun Langsung ke Lokasi

Avatar photo
83
×

Karhutla Pulau Jumat Jadi Perhatian Serius, Kapolda Riau dan Pangdam XIX Turun Langsung ke Lokasi

Sebarkan artikel ini

INDRAGIRI HULU | AFJ-News.Online — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, terus diintensifkan. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung meninjau lokasi karhutla di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan optimal sekaligus mengevaluasi kebutuhan personel, peralatan, sumber air, serta akses menuju titik-titik kebakaran.

Turut mengikuti kegiatan tersebut unsur BNPB, BPBD Provinsi Riau serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indragiri Hulu.

Di sela peninjauan, Kapolda Riau bersama rombongan juga melaksanakan salat istisqa seusai salat Zuhur sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung.

Desa Pulau Jumat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam operasi penanganan karhutla. Aktivitas pemadaman di wilayah tersebut diketahui masih berlangsung hingga pertengahan September. Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya menyebut Manggala Agni Daops Rengat mengerahkan dua tim ke Desa Pulau Jumat untuk menangani kebakaran.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rilis kegiatan, kebakaran di kawasan tersebut terdeteksi sejak 7 September 2026 dan diperkirakan telah berdampak pada sekitar 150 hektare lahan. Sekitar 100 hektare disebut telah berhasil ditangani.

Baca Juga :  Kabag SDM Polres Aceh Tenggara Terima 17 Casis Polri untuk Program Binaan dan Latihan (Binlat).

Medan Gambut Jadi Tantangan

Penanganan kebakaran tidak berlangsung mudah. Kondisi lahan yang didominasi semak belukar dan gambut, ditambah tiupan angin serta sulitnya akses menuju sejumlah titik api, menjadi tantangan bagi personel di lapangan.

Karakteristik gambut juga membutuhkan penanganan lebih lama karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di atas tanah tidak lagi terlihat.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan penanganan sekaligus memastikan proses pemadaman hingga pendinginan benar-benar berjalan maksimal.

“Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan serta memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan dengan baik,” ujar Herry sebagaimana disampaikan dalam rilis.

Menurut data dalam rilis tersebut, sebanyak 157 personel gabungan yang berasal dari unsur Polri, TNI, BPBD, perusahaan, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan dalam operasi penanganan di lokasi.

Tim gabungan juga memanfaatkan cairan pemadam X-Fire, mendirikan posko lapangan, mengerahkan tiga alat berat untuk membuka akses sekaligus membuat sekat bakar, serta membangun embung sebagai sumber air.

Penggunaan teknologi X-Fire di Desa Pulau Jumat sebelumnya juga telah dilakukan tim gabungan Polres Indragiri Hulu bersama TNI, BPBD, MPA dan unsur terkait dalam mendukung pemadaman serta pendinginan di lahan gambut.

Baca Juga :  Sungguh Miris Warga Kopo Serang Ucapkan Ultah Presiden Prabowo Subianto di Gubuknya yang Reyot, Berharap Pemerintah Melek

Kapolda: Jangan Tinggalkan Lokasi Sebelum Pendinginan Tuntas

Herry mengingatkan jajarannya agar tidak menganggap pekerjaan selesai hanya karena kobaran api di permukaan telah padam.

Menurutnya, bara yang masih tersimpan di dalam gambut dapat kembali memicu kebakaran apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

 “Khusus terhadap lokasi yang telah memasuki tahap pendinginan, saya sudah menekankan kepada jajaran agar tidak lengah dan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan harus dipastikan benar-benar tuntas, kemudian dilanjutkan dengan patroli dan pemantauan secara berkala,” tegasnya.

Penanganan kebakaran gambut memang membutuhkan perhatian khusus. Dalam operasi karhutla sebelumnya di Kabupaten Indragiri Hulu, unsur TNI dan Polri juga menekankan pentingnya memastikan bara di lapisan gambut benar-benar padam sebelum personel meninggalkan lokasi.

Berdasarkan data Dashboard Lancang Kuning yang dicantumkan dalam rilis per 15 September 2026 pukul 21.00 WIB, terdapat 48 titik panas di Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, 37 titik disebut berada di Kabupaten Indragiri Hulu, termasuk tiga titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Data tersebut membuat Indragiri Hulu menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla.

Herry memerintahkan jajaran melakukan pemeriksaan langsung atau ground check terhadap titik panas dengan kategori kepercayaan tinggi maupun sedang untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Baca Juga :  Groundbreaking 49 SPPG Polda Banten, Langkah Strategis Dukung Makan Bergizi Gratis

 “Hotspot kategori high dan medium kami perintahkan untuk segera dilakukan ground check dan verifikasi di lapangan,” ujarnya.

Pangdam: Jangan Beri Ruang Api Meluas

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menekankan pentingnya kecepatan penanganan dan koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi karhutla.

Menurutnya, sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh tim di lapangan menjadi kunci agar kebakaran dapat dikendalikan serta tidak meluas ke kawasan lain.

 “Kita harus bergerak cepat dan bekerja bersama. Jangan berikan ruang bagi api untuk meluas. Seluruh unsur harus tetap solid, fokus pada pemadaman dan pendinginan, serta memastikan titik yang sudah ditangani tidak kembali terbakar,” katanya.

Pangdam juga mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan mengingat kondisi medan dan pergerakan api dapat berubah sewaktu-waktu.

 “Utamakan keselamatan personel, tetapi tugas harus tetap dilaksanakan secara maksimal. Kita hadir di sini untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan memastikan penanganan karhutla dilakukan sampai benar-benar tuntas,” tegasnya.

Penanganan di Desa Pulau Jumat masih terus dilakukan. Sebelumnya, personel TNI bersama Satgas dan masyarakat setempat juga dilaporkan melakukan pemadaman serta penyiraman ulang guna mencegah munculnya kembali bara dan titik api.

[Yti]

banner 468x60
Example 120x600