Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Olahraga

Dari Subulussalam Menuju Panggung Nasional, Khaisya Solin Ukir Prestasi Wushu di Tengah Sorotan Minimnya Dukungan Pemerintah

Avatar photo
115
×

Dari Subulussalam Menuju Panggung Nasional, Khaisya Solin Ukir Prestasi Wushu di Tengah Sorotan Minimnya Dukungan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Binaan Kedai Kopi Alang itu membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Namun, perjuangannya memunculkan pertanyaan tentang perhatian pemerintah terhadap masa depan atlet daerah.

BANDA ACEH | AFJ-News.online – Di balik sarung tinju merah dan keberanian seorang atlet muda, tersimpan kisah perjuangan yang patut mendapat perhatian. Khaisya Solin, yang akrab disapa Eca, menjadi salah satu wajah penuh harapan bagi dunia olahraga Kota Subulussalam, Aceh.

Masih duduk di bangku kelas XI SMA, Eca telah menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk menghadirkan prestasi membanggakan. Melalui cabang olahraga Wushu Sanda, ia terus mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Atlet binaan Kedai Kopi Alang tersebut kembali menunjukkan potensinya dalam ajang Seleksi Daerah (Selekda) Wushu Aceh yang berlangsung di Pusat Latihan Daerah (Puslatda), kawasan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Dalam pertandingan tersebut, Eca dilaporkan berhasil mengungguli atlet asal Kabupaten Nagan Raya, Istina Ginting. Pencapaian itu menjadi kelanjutan dari prestasinya setelah sebelumnya meraih medali emas pada ajang Pra-PORA Juni 2026.

Bukan Sekadar Menang, tetapi Memperjuangkan Mimpi

Bagi seorang atlet muda, kemenangan bukan semata-mata tentang siapa yang mampu menjatuhkan lawan di arena pertandingan.

Ada latihan panjang, pengorbanan waktu, kedisiplinan, serta keberanian menghadapi tekanan yang tidak selalu terlihat oleh penonton.

Begitu pula perjalanan Eca.

Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan, ia tetap berupaya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pelajar dan tuntutan latihan sebagai atlet.

Baca Juga :  Apresiasi Tinggi Ketua PWI Labuhanbatu Terhadap Danyonif TP 956/SBA Telah Mensupport Olahraga di Labuhanbatu

Setiap pertandingan menjadi ruang pembuktian bahwa anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing, selama mendapatkan pembinaan dan dukungan yang memadai.

Prestasi yang telah diraih Eca sekaligus membuka harapan menuju Kejuaraan Nasional Piala Presiden Wushu yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.

Dibina Kedai Kopi Alang, Dukungan Pemerintah Daerah Dipertanyakan

Di balik perjalanan prestasinya, muncul persoalan yang tidak kalah penting untuk menjadi perhatian publik.

Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada redaksi, perjuangan Eca selama ini banyak ditopang oleh pembinaan Kedai Kopi Alang, dukungan keluarga, serta semangat pribadinya untuk terus berkembang.

Sumber informasi tersebut juga menyebutkan bahwa hingga saat ini Eca belum memperoleh bantuan resmi dari Pemerintah Kota Subulussalam, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas latihan, maupun dukungan pembinaan khusus untuk menghadapi kejuaraan nasional.

Informasi mengenai belum adanya dukungan pemerintah tersebut masih memerlukan klarifikasi dari instansi terkait.

Apabila kondisi itu benar, tentu menjadi persoalan yang layak mendapat perhatian serius.

Sebab, keberhasilan seorang atlet tidak seharusnya hanya menjadi kebanggaan daerah ketika medali berhasil dibawa pulang, sementara proses panjang menuju prestasi harus ditanggung sendiri oleh atlet, keluarga, dan pihak pembinanya.

Prestasi olahraga membutuhkan pembinaan berkelanjutan, sarana latihan yang memadai, pendampingan profesional, serta kepastian dukungan untuk mengikuti kompetisi.

Baca Juga :  Targetkan Prestasi, PT MARBAUJAYA INDAHRAYA GROUP, Kirim Dua Tim Putri Terbaik di H. DAHLAN LUBIS CUP I.

Ketika Anak Daerah Berprestasi, Siapa yang Seharusnya Hadir?

Kisah Eca menghadirkan pertanyaan penting mengenai keberpihakan terhadap pembinaan olahraga generasi muda.

Sudah sejauh mana potensi atlet berprestasi di Kota Subulussalam mendapatkan perhatian dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka?

Apakah terdapat program bantuan khusus bagi atlet yang berhasil menembus seleksi tingkat provinsi dan berpeluang mewakili daerah pada kompetisi nasional?

Pertanyaan tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk mengkritik pemerintah, melainkan menjadi dorongan agar pembinaan olahraga dapat berjalan lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah, organisasi olahraga, dunia usaha, serta masyarakat memiliki ruang untuk membangun kerja sama dalam mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi.

Terlebih bagi atlet usia sekolah seperti Eca, dukungan yang tepat bukan hanya menentukan keberhasilan dalam satu pertandingan, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan pendidikan dan karier olahraganya.

Semangat Sumpah Pemuda, Prestasi Generasi Muda Harus Mendapat Ruang

Perjalanan Khaisya Solin juga memiliki makna tersendiri di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, pada 28 Oktober 2026.

Semangat pemuda tidak cukup hanya dirayakan melalui upacara dan rangkaian kegiatan seremonial. Nilai perjuangan itu juga perlu diwujudkan melalui perhatian nyata kepada generasi muda yang sedang berusaha mengharumkan nama daerah.

Eca telah menunjukkan salah satu bentuk pengabdian tersebut melalui olahraga.

Baca Juga :  BNCT Kunci Posisi Tiga Besar dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Pelindo Group 2026

Di saat banyak anak muda mencari jalan untuk mengembangkan potensinya, ia memilih arena pertandingan sebagai tempat membuktikan kemampuan dan membangun masa depan.

Harapan dari Subulussalam untuk Indonesia

Perjalanan Eca menuju panggung nasional masih membutuhkan persiapan dan dukungan dari berbagai pihak.

Keberhasilan di tingkat daerah merupakan modal penting, tetapi persaingan nasional tentu menuntut kesiapan fisik, mental, teknik, dan pembinaan yang lebih intensif.

Karena itu, perhatian terhadap atlet berprestasi diharapkan tidak berhenti pada pemberian ucapan selamat atau apresiasi sesaat.

Diperlukan langkah nyata agar potensi olahraga dari daerah dapat berkembang dan memiliki kesempatan bersaing secara lebih luas.

Khaisya Solin telah menunjukkan keberanian untuk bermimpi besar dari Kota Subulussalam.

Kini, harapannya sederhana: perjuangan dan prestasi anak daerah memperoleh perhatian yang sepadan.

Sebab, medali mungkin diraih oleh seorang atlet, tetapi kebanggaannya menjadi milik seluruh daerah. Jangan sampai ketika atlet berdiri di podium kemenangan, semua ingin ikut berbangga, tetapi ketika ia berjuang menuju podium, justru harus berjalan sendirian.

Redaksi AFJ-News.online membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Kota Subulussalam, dinas terkait, serta organisasi olahraga mengenai dukungan dan program pembinaan bagi atlet berprestasi.

(IP/Redaksi)

banner 468x60
Example 120x600