LABUHANBATU, AFJ-News.online – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Dampaknya tidak hanya menyentuh individu pengguna, tetapi juga keluarga, lingkungan sosial, keamanan, hingga masa depan generasi muda. Sejumlah kalangan menilai ancaman narkotika memiliki karakteristik berbeda dengan terorisme.
Jika aksi teror dapat menimbulkan korban jiwa, ketakutan, serta gangguan keamanan dalam waktu relatif singkat, peredaran narkotika cenderung bekerja secara tersembunyi dan dapat menimbulkan kerusakan sosial dalam jangka panjang. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: mengapa jaringan peredaran narkotika begitu sulit diberantas hingga ke akar-akarnya?
Jaringan narkotika dan jaringan terorisme pada dasarnya sama-sama merupakan ancaman serius. Namun, keduanya memiliki pola, sasaran, serta dampak yang berbeda.
Terorisme dapat secara langsung mengancam keselamatan masyarakat dan keamanan negara melalui tindakan kekerasan yang bertujuan menciptakan ketakutan.
Sementara itu, kejahatan narkotika dapat berkembang melalui jaringan peredaran ilegal yang terorganisir dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Persoalan narkotika juga tidak berhenti pada penyalahgunaan zat terlarang. Peredarannya dapat berkaitan dengan kejahatan terorganisir, transaksi ilegal, pencucian uang, kekerasan, bahkan praktik korupsi apabila jaringan kejahatan berhasil memengaruhi pihak-pihak tertentu.
Dampak yang paling mengkhawatirkan adalah ketika narkotika menyasar generasi muda. Ketergantungan narkotika dapat merusak kesehatan, pendidikan, produktivitas, kehidupan keluarga, serta masa depan seseorang.
Karena itu, membandingkan narkotika dan terorisme semata-mata untuk menentukan mana yang lebih berbahaya dinilai kurang tepat.
Terorisme merupakan ancaman serius terhadap keselamatan publik dan keamanan negara, sedangkan narkotika menjadi ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat, ketahanan sosial, keamanan, dan keberlangsungan generasi bangsa. Pemberantasan narkotika membutuhkan strategi yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Penegakan hukum tidak cukup hanya menyasar pengguna maupun pengedar di tingkat bawah, tetapi perlu diarahkan untuk mengungkap bandar, pemasok, jaringan distribusi, aliran dana, hingga pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting. Pencegahan sejak lingkungan keluarga, pendidikan kepada generasi muda, keberanian memberikan informasi kepada aparat, serta rehabilitasi bagi penyalahguna sesuai ketentuan hukum merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai narkotika.
Perang terhadap narkotika pada akhirnya bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, media, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat.
Narkotika harus dilawan secara konsisten, mulai dari pencegahan hingga membongkar jaringan besarnya. Jangan biarkan generasi bangsa menjadi korban sementara para pelaku utama terus menikmati keuntungan dari bisnis ilegal tersebut.
Penulis:
Supendi

















