Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
SosialTNI/POLRI

Jaga Sungai sebagai Ruang Hidup Warga, Satpolairud Inhil Turun Bersihkan Perairan Tembilahan

Avatar photo
22
×

Jaga Sungai sebagai Ruang Hidup Warga, Satpolairud Inhil Turun Bersihkan Perairan Tembilahan

Sebarkan artikel ini

INDRAGIRI HILIR | AFJ-News.Online — Sungai bagi masyarakat Indragiri Hilir bukan sekadar bentang alam. Di banyak kawasan pesisir, perairan menjadi jalur aktivitas, ruang ekonomi, sekaligus bagian dari kehidupan sehari-hari warga. Karena itu, persoalan sampah di sungai dinilai tidak dapat dipandang sebagai masalah kebersihan semata.

Pesan tersebut menjadi bagian dari kegiatan bersih sungai yang digelar Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Indragiri Hilir di kawasan perairan Tembilahan Hilir, Jumat (25/9/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka mendukung Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR) dengan melibatkan personel Satpolairud Polres Inhil, Basarnas Pos Tembilahan, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Indragiri Hilir, serta masyarakat pesisir.

Personel bersama warga menyisir sejumlah titik di tepian perairan dan mengumpulkan sampah yang menumpuk di sekitar bantaran sungai. Sampah kemudian dimasukkan ke dalam kantong untuk selanjutnya ditangani agar tidak kembali terbawa ke badan air.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Desa Mekarsari Hadiri Musdes Pembahasan dan Penyepakatan Rancangan Peraturan Desa tentang APBDes Perubahan Tahun Anggaran 2025

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Sebab, upaya menjaga sungai dinilai tidak akan efektif apabila hanya dilakukan melalui kegiatan sesaat tanpa perubahan kebiasaan dalam memperlakukan lingkungan.

Sungai Bersih Bukan Sekadar Soal Estetika

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Polairud Polres Inhil IPTU Imbang Perdana, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan perairan sekaligus upaya membangun kesadaran bersama.

“Melalui Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR), kami ingin menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai dan sungai. Lingkungan perairan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar IPTU Imbang.

Menurutnya, kebersihan sungai mempunyai hubungan langsung dengan keberlangsungan ekosistem maupun kehidupan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar perairan.

Sampah yang terus masuk ke sungai, terutama material yang sulit terurai, berpotensi mengganggu kualitas lingkungan dan aktivitas masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Polsek Panongan Hadiri Rapat Teknis Persiapan MTQ XII Tingkat Kecamatan Panongan Tahun 2025

Karena itu, gerakan membersihkan sungai diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama.

Sampah Plastik Jadi Perhatian

IPTU Imbang secara khusus mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Ia menilai sampah plastik perlu mendapat perhatian karena dapat bertahan lama di lingkungan dan berpotensi terbawa arus hingga menyebar ke wilayah perairan lainnya.

“Jangan membuang sampah, terutama sampah plastik, ke sungai. Sampah yang masuk ke perairan dapat mencemari lingkungan, mengganggu ekosistem, dan pada akhirnya berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya perairan,” tegasnya.

Imbauan tersebut sekaligus diarahkan kepada masyarakat yang bermukim di tepian sungai agar ikut menjadi penjaga pertama lingkungan di wilayah masing-masing.

Dari Aksi Bersih Menuju Kesadaran Kolektif

Kegiatan bersih sungai tersebut juga menjadi bagian dari semangat Gerakan Riau CERAH Presisi, yang mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, lestari, hijau, dan aman.

Baca Juga :  Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Babinsa Legok Beri Materi LDKS di SMAN 22

Namun, tujuan yang ingin dicapai bukan semata mengurangi tumpukan sampah pada hari pelaksanaan.

Satpolairud Polres Inhil berharap kegiatan seperti ini dapat membangun kesadaran kolektif bahwa persoalan sungai membutuhkan keterlibatan banyak pihak—mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, aparat, organisasi sosial hingga komunitas yang beraktivitas di wilayah pesisir.

Kolaborasi antara Satpolairud, Basarnas, DLHP dan masyarakat pada kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa perlindungan lingkungan dapat dimulai melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama.

Bagi wilayah seperti Indragiri Hilir yang kehidupan masyarakatnya memiliki keterkaitan erat dengan perairan, menjaga sungai berarti ikut menjaga ruang hidup, mata pencaharian, serta lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Satpolairud Polres Indragiri Hilir menyatakan akan terus mendorong kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian kawasan pesisir dan perairan.

(Yti)

banner 468x60
Example 120x600