LABUHANBATU | AFJ-News.Online — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Labuhanbatu berlangsung semarak di kawasan Car Free Day Simpang Enam Rantauprapat, Minggu (27/9/2026).
Mengusung semangat “Peduli, Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan”, peringatan tersebut tidak hanya diisi kegiatan hiburan, tetapi juga dirangkai dengan sejumlah agenda sosial dan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Sejak pagi, kawasan Simpang Enam Rantauprapat tampak ramai oleh masyarakat yang mengikuti jalan santai serta rangkaian kegiatan HUT PMI. Momentum ini sekaligus menjadi sarana bagi PMI Labuhanbatu untuk semakin mendekatkan gerakan kemanusiaan kepada masyarakat luas.
dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM mendapat kehormatan mengibarkan bendera start jalan santai. Tidak hanya melepas peserta, ia juga turut membaur bersama masyarakat mengikuti kegiatan tersebut.
Rute jalan santai dimulai dari Simpang Enam Rantauprapat, kemudian melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan K.H.A. Dahlan dan Jalan Gatot Subroto, sebelum kembali berakhir di kawasan Simpang Enam.
Kebersamaan peserta dari berbagai lapisan masyarakat menjadi warna tersendiri dalam peringatan tersebut. Kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan PMI tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan
Selain jalan santai, PMI Labuhanbatu juga menyiapkan kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian penghargaan kepada pendonor sukarela serta sejumlah kegiatan sosial lainnya.
Khusus bagi pendonor yang telah mencapai donor darah ke-25 kali, PMI memberikan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka menyumbangkan darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Penghargaan tersebut memiliki makna tersendiri, mengingat ketersediaan darah menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi akibat operasi, persalinan, kecelakaan maupun kondisi medis lainnya.
Dengan demikian, donor darah tidak sekadar menjadi kegiatan rutin organisasi, tetapi merupakan bentuk nyata solidaritas sosial karena darah yang diberikan seseorang dapat menjadi harapan bagi keselamatan orang lain.
Ketua PMI Kabupaten Labuhanbatu, M. Rusli, sebelumnya menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan untuk mengajak masyarakat terlibat langsung dalam peringatan HUT ke-81 PMI.
“Setiap pendonor akan kita berikan minyak goreng, ada piagam penghargaan hingga hadiah menarik doorprize. Kegiatan kita mulai dari pukul 06.00 WIB pagi,” ujar Rusli.
Untuk menambah semarak kegiatan, panitia juga menyediakan berbagai doorprize, mulai dari ratusan paket sembako hingga sejumlah hadiah menarik lainnya.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, PMI Labuhanbatu ingin menegaskan bahwa peringatan hari jadi organisasi kemanusiaan itu bukan sekadar pesta tahunan.
Menumbuhkan Kepekaan Sosial
Momentum HUT ke-81 PMI diharapkan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan bermula dari kepekaan melihat kondisi orang lain.
Kepekaan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari mendonorkan darah, membantu masyarakat yang tertimpa musibah, memberikan pertolongan dalam kondisi darurat hingga menunjukkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Karena itu, peringatan HUT PMI juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa gerakan kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama.
PMI Labuhanbatu mengajak masyarakat agar tidak hanya hadir ketika sebuah kegiatan seremonial digelar, tetapi ikut menumbuhkan budaya saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Kerja Kemanusiaan Tidak Bisa Berjalan Sendiri
M. Rusli menegaskan, PMI terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak karena persoalan kemanusiaan tidak mungkin ditangani oleh satu lembaga saja.
Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara PMI, pemerintah, relawan, dunia usaha, tenaga kesehatan, komunitas dan seluruh elemen masyarakat agar pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak orang.
“Kita juga terus berkolaborasi. Sebab, kerja kemanusiaan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan gotong royong serta sinergi kuat antara PMI, pemerintah, relawan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat agar dampaknya semakin luas,” papar Rusli.
Semangat kolaborasi tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan HUT ke-81 PMI Labuhanbatu.
Di tengah berbagai tantangan sosial, kesehatan maupun kondisi kedaruratan, keberadaan relawan dan dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama bagi PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaannya.
Peringatan di kawasan Car Free Day Rantauprapat pun menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun organisasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara PMI dan masyarakat, sekaligus mengingatkan bahwa nilai kemanusiaan tumbuh melalui tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Sebab pada akhirnya, gerakan kemanusiaan tidak diukur dari seberapa meriah sebuah perayaan, tetapi dari seberapa besar kepedulian yang mampu tumbuh dan memberi manfaat bagi orang lain.
(Albert Hutagaol)
AFJ-News.Online

















