Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
SosialTNI/POLRI

Bintahwilmar 2026 Kodaeral I Menyapa Pesisir, Dari Sembako Nelayan hingga Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Biru

Avatar photo
15
×

Bintahwilmar 2026 Kodaeral I Menyapa Pesisir, Dari Sembako Nelayan hingga Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Biru

Sebarkan artikel ini

BELAWAN | AFJ-News.Online — Laut bukan sekadar bentang perairan yang harus dijaga. Di sepanjang pesisir, terdapat kehidupan masyarakat, sumber penghidupan keluarga nelayan, potensi pangan hingga kekuatan sosial yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari ketahanan maritim Indonesia.

Semangat tersebut mewarnai rangkaian Pembinaan Ketahanan Wilayah Maritim (Bintahwilmar) Kodaeral I Tahun 2026, Selasa (29/9/2026), saat Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) I menerima Tim Pengawasan dan Evaluasi Staf Teritorial Angkatan Laut (Wasev Steral) yang diwakili Paban III Tahwilmar Steral Mabesal Kolonel Marinir Sunggu B. Manurung, bersama sejumlah tamu undangan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pengawasan dan evaluasi pembinaan wilayah. Lebih jauh, Bintahwilmar menjadi ruang untuk melihat secara langsung denyut kehidupan masyarakat pesisir serta membangun hubungan yang semakin dekat antara TNI Angkatan Laut dengan warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari laut.

Bagi masyarakat pesisir, ketahanan maritim bukan konsep yang berdiri jauh dari kehidupan sehari-hari. Ketahanan itu tumbuh dari ketersediaan pangan, keberlangsungan mata pencaharian, keamanan wilayah, serta hubungan sosial yang kuat antara masyarakat dengan berbagai unsur pemerintah dan pertahanan.

Karena itu, pendekatan pembinaan wilayah maritim tidak hanya menyentuh persoalan keamanan, tetapi juga aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Belawan Klarifikasi Video Viral Tawuran di Yong Panah Hijau

Menyapa Nelayan dari Dekat

Salah satu bagian yang memberi warna tersendiri dalam rangkaian Bintahwilmar adalah kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat nelayan.

Dari atas kapal hingga perahu-perahu masyarakat yang merapat, terlihat interaksi langsung antara prajurit TNI AL dan warga pesisir.

Suasana tersebut menggambarkan bahwa kehadiran prajurit di kawasan maritim bukan hanya dalam tugas menjaga kedaulatan perairan, tetapi juga menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dari kehidupan wilayah tersebut.

Bantuan sembako memang memiliki nilai materi. Namun di balik itu, terdapat pesan yang lebih besar: membangun komunikasi dan rasa kebersamaan.

Kedekatan seperti inilah yang menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan wilayah pesisir.

Sebab, masyarakat bukan semata objek pembinaan, melainkan mitra strategis yang mengetahui dengan baik karakter lingkungan, perubahan kondisi perairan hingga berbagai persoalan yang muncul di kawasan tempat mereka hidup.

Melihat Potensi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Biru

Rangkaian kegiatan juga diarahkan pada peninjauan lahan ketahanan pangan serta kawasan yang diproyeksikan mendukung pengembangan ekonomi biru, termasuk konsep vertical crab house.

Peninjauan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan wilayah maritim kini tidak berhenti pada pendekatan pertahanan semata.

Baca Juga :  Polres Lebak Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Wilayah pesisir juga memiliki potensi ekonomi yang apabila dikelola secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.

Konsep ekonomi biru menempatkan sumber daya laut sebagai kekuatan ekonomi yang harus dimanfaatkan secara produktif tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Dalam konteks masyarakat pesisir, pengembangan sektor perikanan, budidaya dan inovasi berbasis hasil laut dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada pola pengelolaan tradisional semata.

Peninjauan lapangan menjadi penting karena setiap kawasan pesisir memiliki karakter berbeda.

Program pembinaan dan pemberdayaan tidak dapat hanya dirancang dari balik meja, tetapi harus dibangun dari kondisi nyata, kebutuhan masyarakat dan potensi alam yang benar-benar tersedia di lapangan.

Paluh Kurau Menjadi Bagian dari Potret Pesisir

Kegiatan kemudian berlanjut dengan peninjauan kawasan Paluh Kurau.

Di wilayah tersebut, rombongan melihat langsung kondisi lingkungan pesisir, aktivitas masyarakat dan berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan ketahanan wilayah maritim.

Kunjungan lapangan itu sekaligus menjadi kesempatan untuk menyerap berbagai informasi secara langsung.

Dengan memahami kondisi masyarakat dari dekat, program kewilayahan diharapkan dapat disusun secara lebih tepat sasaran, terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Bukti komitmen Tegas Perangi Peredaran Narkotika polres Sintang Bersama Tokoh masyarakat, Tokoh Adat Musnahkan 59,85 kg Sabu

Ketahanan sebuah wilayah pada akhirnya tidak hanya diukur dari kuatnya sistem pertahanan.

Ketahanan juga tumbuh ketika masyarakat merasa menjadi bagian dari wilayah yang dijaga, mendapatkan ruang untuk berkembang, dan mempunyai daya tahan ekonomi serta sosial menghadapi berbagai perubahan.

Menjaga Laut, Menguatkan Masyarakat

Melalui Bintahwilmar 2026, Kodaeral I menempatkan masyarakat pesisir sebagai bagian penting dari kekuatan maritim.

Kehadiran TNI Angkatan Laut di tengah masyarakat diharapkan bukan hanya menghadirkan rasa aman, tetapi sekaligus membuka komunikasi, menumbuhkan kepedulian dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Dari paket sembako yang berpindah tangan kepada keluarga nelayan, peninjauan kawasan ketahanan pangan hingga melihat potensi ekonomi biru, terdapat satu benang merah yang sama: laut yang kuat membutuhkan masyarakat pesisir yang juga kuat.

Karena menjaga wilayah maritim pada hakikatnya bukan hanya menjaga garis pantai dan perairan, tetapi juga menjaga manusia yang hidup, bekerja, membesarkan keluarga dan menggantungkan masa depannya pada laut.

Dari Kampung Nelayan hingga Paluh Kurau, Bintahwilmar menjadi pengingat bahwa ketahanan maritim dibangun bukan hanya dengan kekuatan pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian, kesejahteraan dan kebersamaan dengan masyarakat pesisir.

(Bambang Hermanto)
AFJ-News.Online

banner 468x60
Example 120x600