Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Hukum

Diduga Kebal Hukum, Ruko Berkedok Bordir di Pelabuhan Raya Belawan Digerebek Warga

Avatar photo
8
×

Diduga Kebal Hukum, Ruko Berkedok Bordir di Pelabuhan Raya Belawan Digerebek Warga

Sebarkan artikel ini

Belawan, AFJ-News.online – -Kesabaran warga akhirnya pecah. Sebuah ruko dua lantai di Jalan Pelabuhan Raya, Kelurahan Belawan Satu, Kecamatan Medan Belawan, yang diduga kuat dijadikan sarang prostitusi, digerebek warga Lorong Bahagia, Sabtu dini hari 8 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.

Ironisnya, bangunan yang berada persis di samping SPBU Singapore dan di depan kantor Pelindo itu selama ini beroperasi terang-terangan dengan kedok “rumah bordir”. Warga menilai praktik ilegal tersebut bukan lagi rahasia umum, namun terkesan dibiarkan tanpa tindakan tegas dari aparat berwenang.

Baca Juga :  Dugaan Persekongkolan : Gedung SDN 14 Panai Hulu Rusak Parah, Kepsek, Komite Hingga Korwil Kompak Menghilang Saat Dikonfirmasi Dana Bos.

“Ini sudah lama terjadi. Kami sangat resah. Bukan hanya prostitusi, tapi juga diduga ada praktik perjudian di dalamnya,” ungkap Rara, salah satu warga setempat dengan nada kesal.

Kegeraman warga memuncak karena aktivitas yang dinilai merusak moral lingkungan itu berlangsung di pinggir jalan utama, tanpa ada penertiban berarti. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: ada apa dengan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah tersebut?

Baca Juga :  Kegiatan PETI Merusak Lingkungan di Desa Padang Kelapo, RT 05, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Warga menegaskan, penggerebekan ini merupakan bentuk protes atas lambannya respons Aparat Penegak Hukum (APH). Mereka mendesak Lurah Belawan Satu, Camat Medan Belawan, serta Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aditya Sembiring, untuk tidak tutup mata dan segera mengambil tindakan tegas.

“Jangan tunggu masyarakat bertindak sendiri. Ini sudah sangat meresahkan dan mencoreng lingkungan kami,” tegas warga lainnya.

Sementara itu, saat awak media mencoba mengonfirmasi pihak pengelola, seorang wanita berbaju kuning yang diduga terkait dengan usaha tersebut memilih bungkam dan enggan menyebutkan identitasnya.

Baca Juga :  GMNI Sumut: Sinergi Polda dan Kejati Harus Berbuah Keadilan Nyata Bukan Sekedar Seremoni

“Bapak dari mana dan siapa?” ucapnya singkat, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik-praktik ilegal di wilayah strategis seperti Belawan. Jika tidak segera ditindak, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan semakin terkikis.

“Bambang Hermanto”

banner 468x60
Example 120x600