Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Pendidikan

Mengingat Kembali “SEKOLAH LASKAR PELANGI” Kubu Raya Gedung Sederhana, Siswa Tembus Juara Sains Provisi

Avatar photo
6
×

Mengingat Kembali “SEKOLAH LASKAR PELANGI” Kubu Raya Gedung Sederhana, Siswa Tembus Juara Sains Provisi

Sebarkan artikel ini

Sumber : Nurjali, S.Pd.I., Ketua Yayasan MI Hidayatussibyan

Kubu Raya, AFJ-News.online – Jangan menilai kualitas pendidikan dari megahnya bangunan. MI Hidayatussibyan Parit Kapitan, Desa Sungai Ambangah, Kubu Raya, membuktikan gedung sederhana bukan alasan untuk melahirkan prestasi sederhana.

Madrasah yang didirikan KH. Abd. Hakim pada 1979 itu pernah mencatat prestasi membanggakan di bidang sains. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, para siswanya justru mampu bersaing hingga tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Senin, 10/8/2026.

Pada 10 Juli 2023, dua siswi MI Hidayatussibyan, Cici Pratiwi dan Syahro, mengukir prestasi dalam kompetisi sains terintegrasi tingkat Kabupaten Kubu Raya.

Cici Pratiwi meraih Juara I Matematika terintegrasi, sementara Syahro menorehkan prestasi pada bidang IPA terintegrasi tingkat Kabupaten Kubu Raya. Prestasi tersebut mendapat piagam penghargaan dari Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI.

Baca Juga :  Dugaan Persekongkolan : Gedung SDN 14 Panai Hulu Rusak Parah, Kepsek, Komite Hingga Korwil Kompak Menghilang Saat Dikonfirmasi Dana Bos.

Namun, cerita tidak berhenti di kabupaten.

Cici Pratiwi kembali membuat kejutan. Ia berhasil meraih Juara III Sains Matematika tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Prestasi itu sekaligus mematahkan anggapan bahwa sekolah dengan fasilitas terbatas tidak mampu melahirkan siswa berprestasi.

Gedungnya sederhana. Fasilitasnya terbatas. Tetapi keberanian bermimpi dan kerja kerasnya tidak pernah terbatas.

Ketua Yayasan MI Hidayatussibyan, Nurjali, S.Pd.I., memberikan apresiasi kepada Sarwono, S.Pd.I., guru pembimbing yang dinilai telaten, sabar, dan konsisten mendampingi siswa.

Menurut Nurjali, capaian tersebut tidak lahir secara instan. Ada kerja keras siswa, ada ketekunan guru, dan ada proses panjang dalam mengasah kemampuan peserta didik.

Baca Juga :  Jadi Pembina Upacara, Ini Pesan Bhabinkamtibmas kepada Siswa SD Negeri 2 Sindang Panon

“Kami sangat berterima kasih kepada guru pembimbing Sarwono, S.Pd.I., yang sangat telaten membimbing siswa. Walaupun sekolah kami seperti dalam film Laskar Pelangi, semangat kami tidak pernah padam untuk mencetak generasi yang berprestasi,” ujar Nurjali.

Bagi yayasan, prestasi Cici bukan sekadar piala yang dipajang atau piagam yang disimpan. Prestasi itu adalah bukti bahwa anak-anak dari sekolah sederhana juga mampu berdiri sejajar dan bersaing di tingkat provinsi.

Namun, di balik kebanggaan itu, ada persoalan yang tidak boleh ditutup-tutupi, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi pekerjaan rumah.

Yayasan berharap pemerintah tidak hanya melihat prestasi yang berhasil diraih, tetapi juga melihat kondisi madrasah tempat guru dan siswa berjuang setiap hari.

Baca Juga :  Polsek Kota Kisaran Amankan Empat Pelajar Saat Penyekatan Aksi Unjuk Rasa di Asahan

Nurjali berharap dukungan pemerintah dapat diwujudkan melalui peningkatan fasilitas pendidikan.

“Kami hanya berharap kepada pemerintah agar sekolah kami lebih diperhatikan. Kami memang memiliki gedung yang sederhana, tetapi kami memiliki semangat yang besar untuk mencetak siswa-siswi luar biasa,” harapnya.

Kisah MI Hidayatussibyan menyampaikan pesan sederhana tetapi kuat, karena sekolah tidak harus megah untuk melahirkan juara.

Dari ruang belajar yang sederhana, lahir mimpi besar. Dari guru yang tekun, lahir prestasi. Dan dari keterbatasan, Cici Pratiwi pernah membawa nama MI Hidayatussibyan Kubu Raya hingga meraih Juara III Sains Matematika tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Gedung boleh sederhana. Fasilitas boleh terbatas. Tetapi prestasi tidak boleh dibatasi.

“Budi A”

banner 468x60
Example 120x600