Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Regional

Musda Golkar Inhil Dinilai Harus Jadi Momentum Regenerasi, David Aqmal: Jangan Takut Beri Ruang Anak Muda

Avatar photo
186
×

Musda Golkar Inhil Dinilai Harus Jadi Momentum Regenerasi, David Aqmal: Jangan Takut Beri Ruang Anak Muda

Sebarkan artikel ini

INDRAGIRI HILIR | AFJ-News.Online — Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indragiri Hilir yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 September 2026 dinilai tidak seharusnya sekadar menjadi agenda pergantian atau penetapan kepemimpinan.
Musda diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi, regenerasi kader, penguatan mesin partai, sekaligus penyusunan strategi politik dalam menghadapi agenda elektoral mendatang.

Pandangan tersebut disampaikan Plt Sekretaris Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Indragiri Hilir sekaligus kader muda Partai Golkar Inhil, David Aqmal.
Menurut David, Musda merupakan kesempatan bagi seluruh kader untuk membicarakan arah dan masa depan Golkar Inhil dalam lima tahun mendatang, bukan semata-mata menentukan siapa yang akan menduduki posisi ketua dan kepengurusan.

“Musda jangan hanya menjadi forum memilih siapa ketua dan pengurus. Musda harus menjadi momentum menentukan arah Partai Golkar Inhil ke depan. Kita membutuhkan konsolidasi yang nyata, soliditas yang kuat, serta keberanian melakukan regenerasi,” kata David.

Ia menilai persiapan menghadapi kontestasi politik tidak dapat dilakukan secara mendadak menjelang pemilu.

“Kalau ingin memenangkan Pilkada 2028 dan Pemilu Legislatif 2029, persiapannya tidak bisa dimulai menjelang pemilu. Harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.

Regenerasi Dinilai Menjadi Kebutuhan
David menilai tantangan politik ke depan semakin kompleks. Partai politik, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan struktur maupun kejayaan politik masa lalu.

Golkar disebut harus mampu membaca perubahan perilaku pemilih, perkembangan teknologi, dinamika generasi muda, serta tuntutan masyarakat yang semakin kritis.
Atas dasar itu, ia menilai regenerasi kader bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan organisasi.

“Jangan sampai anak muda hanya dijadikan syarat formal, menjadi massa ketika ada kegiatan politik, atau baru diminta hadir ketika partai membutuhkan suara,” ujarnya.

Menurut David, generasi muda harus memperoleh kesempatan nyata untuk terlibat dalam proses kaderisasi, pengambilan keputusan hingga kepemimpinan partai.

“Anak muda harus diberikan ruang menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, kaderisasi dan kepemimpinan. Golkar Inhil perlu membuktikan komitmen tersebut dengan memberikan ruang politik yang nyata, setara dan meritokratis bagi generasi muda,” katanya.

Baca Juga :  Dari Laporan Internal ke Dugaan Abuse of Power, Kasus PT UKM Masuk Babak Baru

Ia meyakini keterlibatan generasi muda dapat menjadi salah satu kekuatan untuk membawa Golkar kembali memperbesar dukungan masyarakat di Indragiri Hilir.

“Kalau ingin Pohon Beringin tetap lebat, rimbun, hijau dan tumbuh subur di Kabupaten Inhil dalam 10, 20 bahkan 30 tahun ke depan, regenerasi harus dilakukan secara serius. Jangan takut memberikan ruang kepada anak muda,” ungkapnya.

Konsolidasi Mesin Partai:
David yang pernah menjabat Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya periode 2019–2020 dan Wasekjen PB HMI periode 2021–2023 itu menilai Musda juga memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan kekuatan politik Golkar menghadapi Pilkada 2028 dan Pemilu Legislatif 2029.

Ia menyebut waktu yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan kekuatan politik, memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah, memperbanyak kader potensial, serta membangun komunikasi yang lebih inklusif dengan masyarakat.

“Kalau targetnya Golkar kembali menjadi pemenang seperti dahulu, kita harus berhenti bekerja secara sporadis. Mesin partai harus bergerak terukur, terarah, terorganisir dan konsisten. Struktur harus hidup, kader harus bekerja, dan masyarakat harus merasakan keberadaan Partai Golkar,” katanya.

Menurutnya, target kemenangan politik juga tidak dapat dibebankan kepada satu atau dua figur.

“Pemilu, baik Pilkada maupun Pileg, bukan pekerjaan satu atau dua orang. Ini kerja kolektif seluruh kader. Kalau ingin menang, seluruh elemen harus bergerak dalam satu barisan, satu strategi dan satu tujuan,” tegas David.

Ketua Golkar Inhil Harus Mampu Merangkul
Menanggapi sejumlah kader yang berpotensi berkompetisi dalam Musda, David menyebut masing-masing kandidat memiliki kapasitas dan kelebihan.

Namun, ia berpandangan Ketua DPD Golkar Inhil mendatang harus merupakan figur yang siap mengabdikan diri untuk membesarkan partai serta mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok.

Baca Juga :  Terkait Tuduhan "Pembeking Perdagangan Kayu Ilegal" Syamsuardi adukan Majang ke Polres Melawi

Pemimpin Golkar Inhil, menurutnya, juga harus memiliki kemampuan menjaga stabilitas internal, merangkul berbagai kelompok, serta mengelola dinamika politik di tubuh organisasi.

“Pengalaman, kapasitas kepemimpinan dan kemampuan membaca dinamika daerah menjadi faktor penting untuk membawa Pohon Beringin Inhil ke arah yang lebih kuat,” ujarnya.

David menilai ketua partai ke depan bukan hanya dituntut menjadi petarung dalam kontestasi elektoral, tetapi juga harus memiliki kemampuan sebagai organisator.

“Ketua partai bukan hanya petarung pemilu, tetapi organisator yang mampu mengelola kader, membangun komunikasi dengan masyarakat dan menjaga soliditas internal,” katanya.

Selain itu, kepemimpinan mendatang diharapkan mampu meningkatkan perolehan suara dan kursi legislatif, menjaga basis suara strategis, serta memperkuat elektabilitas Golkar hingga akar rumput.

“Yang dibutuhkan Golkar Inhil ke depan adalah pemimpin yang mampu mengonsolidasikan kader, membaca peta politik, membuka ruang bagi generasi muda dan membawa partai semakin dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.

Meski demikian, David menegaskan Musda harus tetap menjadi ruang demokrasi internal yang sehat dan terbuka.

“Semua kandidat punya hak dan peluang yang sama. Musda adalah proses demokrasi internal. Setelah keputusan diambil, semua harus kembali menjadi satu kesatuan keluarga besar Golkar. Tidak boleh lagi ada kubu-kubuan,” tegasnya.

Ia berharap konflik internal yang berpotensi melemahkan organisasi tidak kembali terjadi.

“Yang menang bukan kelompok tertentu, tetapi Partai Golkar,” tambahnya.

AMPI Siap Dorong Warna Baru
David juga menegaskan AMPI sebagai organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan Partai Golkar harus mengambil peran lebih besar dalam proses regenerasi kader di Indragiri Hilir.

Menurutnya, AMPI tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam struktur politik, tetapi harus menjadi wadah lahirnya kader muda yang memiliki kapasitas, integritas dan keberanian tampil di ruang publik.

“AMPI harus menjadi rumah bagi anak-anak muda yang ingin berproses dan belajar politik. Kita ingin menjadi wadah pengembangan potensi, kreativitas dan pendidikan politik generasi muda yang berorientasi pada karya serta pembangunan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga :  PDAM sekadau Nanga Taman Hasil Kurang Baik Serta Diduga Kurang Perawatan

David juga mengajak generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap politik.

“Anak muda jangan hanya menjadi penonton. Jangan menyerahkan seluruh keputusan tentang masa depan daerah kepada orang lain. Politik harus diisi anak muda yang punya gagasan, keberanian dan integritas,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan pemuda juga harus diarahkan pada pengawasan dan pengawalan pembangunan agar kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

“AMPI siap lahir kembali di Indragiri Hilir untuk membawa wajah dan warna baru. Kami siap ikut mengawasi, mengawal dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di daerah,” katanya.

Musda Diharapkan Membuka Babak Baru:
David yang juga pernah menjadi salah satu bakal calon Ketua Umum PB HMI pada Kongres XXXII di Pontianak berharap Musda XI Golkar Kabupaten Indragiri Hilir tidak terjebak dalam kepentingan jangka pendek, pragmatisme maupun sekadar perebutan posisi.
Menurutnya, energi kader setelah Musda harus diarahkan kembali untuk memperkuat organisasi dan merebut kepercayaan masyarakat.

“Jangan habiskan energi untuk saling intrik. Energi kader harus diarahkan untuk membesarkan partai. Setelah Musda selesai, tidak boleh ada lagi cerita siapa pendukung siapa. Semua harus kembali bekerja untuk Golkar,” ujarnya.

Ia optimistis Golkar Inhil memiliki peluang untuk kembali tampil kuat apabila seluruh kader mampu mengesampingkan kepentingan kelompok, memperkuat konsolidasi dan menjalankan regenerasi secara konsisten.

“Musda ini harus menjadi titik balik. Kita ingin melihat Golkar Inhil yang lebih solid, terbuka, progresif dan berani memberikan ruang kepada generasi muda,” katanya.

“Ini waktunya Golkar Inhil membuka babak baru. Bukan sekadar pergantian kepemimpinan dan pengurus, tetapi memperkuat mesin partai, melahirkan generasi baru serta merebut kembali kepercayaan masyarakat. AMPI siap mengambil bagian dalam proses tersebut,” pungkas David.

(Yti)

banner 468x60
Example 120x600