Bekasi | Afj-news.online – Beberapa pekan ini cuaca Ekstrem menyerang Jawa Barat. Pasca letupan Anak Krakatau beberapa waktu lalu membuat beberapa wilayah mengalami kekeringan ekstrem.
Hal ini terungkap ketika tim Yaswu bersama Biota Grup turun langsung ke wilayah Cikaregaman Kabupaten Bekasi (14/9/26) melakukan kunjungan ke Pesantren Nurul Yaqin Kp. Sawah Cikaregaman Kabupaten Bekasi.

“Tiap musim kemarau seperti ini tapi kalau musim hujan airnya berlimpah,” ungkap ust Hamdan salah satu tokoh masyarakat dan pimpinan pesantren Nurul Yaqin kepada awak media.
“Seperti inilah keadaan Cikaregaman, ada yang lahan sawahnya terserang virus, tikus, dan wereng,” tandasnya lagi kepada tim Yaswu dan Biota Grup ini.
“Kami silaturahmi untuk melihat langsung lahan sawah warga sekaligus melihat potensi alam yang ada karena tanah di Cikaregaman ini tergolong subur,” papar Hebron Sibarani, SE selaku Konsultan Organik Sertifikasi Kementan dari Biota Grup yang berkolaborasi dengan Yaswu ini di tengah silaturahmi bersama petani setempat.
“Kami tergerak setelah sering berhadapan dengan petani yang tidak mendapatkan pupuk yang layak dan kelambatan distribusi pupuk,” ungkap AS Widi selaku Inisiator Roadshow 1000 Spot Jawa Barat ini kepada awak media.

“Untuk sehektar sawah petani membutuhkan biaya awal 10-15 juta hanya untuk pupuk, pestisida dan fungisida yang disubsidi pemerintah,” papar ahli farmasi ini.
“Kami memberikan alternatif kesediaan pupuk yang bagus dan pestisida fungisida organik untuk sehektar lahan petani hanya sebesar 3 juta rupiah,” tandas kordinator PPWI Peduli Jawa Barat kepada awak media.
Mengingat ini program gotong royong membantu petani ini perlu bimbingan khusus. Tentunya setiap petani harus didampingi oleh ahlinya dari sebelum masa tanam hingga panen.
“Saat ini per hektar nya menghasilkan panen sebanyak 5-8 ton,” ungkap Ahmad Sayuti salah satu petani penggarap yang ditemui awak media.
“Kami berharap dengan program pendampingan selama 5 tahun ini dapat mengubah lahan sawah semakin Produktif,” sela Opung (nama panggilan Hebron Sibarani, red) di sela kegiatan silaturahmi ini.
Ayo kita kolaborasikan program Ketahanan Pangan di Jawa Barat untuk kesejahteraan petani lebih baik. Semoga.
(Agung Sedayu Widi)

















