Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
SosialTNI/POLRI

Green Policing Masuk Sekolah, Polres Inhil Ajak Pelajar SMAN 1 Tembilahan Jadi Penjaga Masa Depan Lingkungan

Avatar photo
16
×

Green Policing Masuk Sekolah, Polres Inhil Ajak Pelajar SMAN 1 Tembilahan Jadi Penjaga Masa Depan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

TEMBILAHAN | AFJ-News.Online – Menjaga lingkungan bukan pekerjaan yang baru dimulai ketika hutan terbakar, sampah menumpuk atau kerusakan alam telah terjadi. Kepedulian justru perlu tumbuh jauh sebelumnya—dari kebiasaan sederhana, dari ruang keluarga, dan terutama dari bangku sekolah tempat generasi muda membentuk cara pandang terhadap masa depan.

Semangat itulah yang dibawa Polres Indragiri Hilir melalui Program Green Policing saat menyambangi SMAN 1 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (28/9/2026).

Tidak sebatas menyampaikan pesan tentang kebersihan, jajaran Polres Inhil mengajak para pelajar memahami bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama dan setiap tindakan kecil hari ini dapat menentukan kondisi lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.20 WIB tersebut dihadiri Wakapolres Indragiri Hilir Kompol Maitertika, S.H., M.H., Ps. Kasatbinmas Polres Inhil Iptu Andi Fernado Purba, S.E., M.H., Kepala SMAN 1 Tembilahan Drs. H. Muhammad Nurlin, M.AP., para guru serta siswa-siswi.

Di hadapan para pelajar, Wakapolres memperkenalkan konsep Green Policing sekaligus mengajak mereka melihat persoalan lingkungan sebagai bagian yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari kebiasaan membuang sampah, menjaga kebersihan sekolah, menanam dan merawat pohon hingga mencegah tindakan yang berpotensi merusak alam, semuanya dinilai dapat menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan.

Tidak Hanya Mendengar, Pelajar Diajak Berdiskusi

Suasana sosialisasi dibuat interaktif.

Para siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai persoalan lingkungan maupun peran yang dapat mereka lakukan.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena kepedulian lingkungan tidak cukup dibangun hanya dengan instruksi.

Generasi muda perlu memahami alasan mengapa alam harus dijaga, dampak yang muncul apabila kerusakan lingkungan dibiarkan, serta bagaimana kebiasaan sederhana dapat berkembang menjadi budaya positif jika dilakukan secara bersama-sama dan konsisten.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Cisoka Monitoring Pendistribusian MBG

Dengan membuka ruang dialog, Green Policing diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah istilah, tetapi dapat dipahami sebagai gerakan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Puisi hingga Menanam Pohon

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan puisi oleh pelajar yang merupakan pemenang FLS3N Kabupaten Indragiri Hilir.

Kehadiran karya seni dalam kegiatan tersebut memberi warna tersendiri. Pesan mengenai alam tidak hanya disampaikan melalui materi sosialisasi, tetapi juga melalui ekspresi generasi muda.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan tindakan nyata.

Sebab menanam pohon tidak hanya berarti menanam satu batang tanaman ke dalam tanah. Di dalamnya terdapat pesan tentang tanggung jawab untuk merawat sesuatu yang manfaatnya mungkin baru akan dirasakan bertahun-tahun kemudian.

Para peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran, sehingga siswa mendapatkan gambaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan langkah awal ketika menghadapi situasi darurat.

Rangkaian tersebut membuat kegiatan Green Policing tidak berhenti pada teori, tetapi memadukan edukasi, kreativitas dan praktik langsung.

Sekolah Menjadi Tempat Strategis Menanam Kesadaran

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Kompol Maitertika, menegaskan bahwa edukasi lingkungan kepada generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif.

Menurutnya, Green Policing bukan hanya tugas Kepolisian.

Gerakan tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat dan terutama generasi muda yang nantinya akan meneruskan tanggung jawab menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Polres Asahan Ungkap Kasus Persetubuhan Terhadap anak, Pelaku Berhasil Di Tangkap..!!

> “Green Policing bukan hanya menjadi tugas Kepolisian, tetapi merupakan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Karena itu, kami mendorong para pelajar untuk mulai membangun kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, menanam dan merawat pohon, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan,” ujar Kompol Maitertika.

Lingkungan sekolah, menurut Wakapolres, menjadi ruang yang sangat strategis untuk membentuk kebiasaan tersebut.

Di sekolah, siswa tidak hanya belajar melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka berada.

Jika kesadaran itu tumbuh sejak dini, kebiasaan menjaga lingkungan diharapkan akan terus terbawa ketika mereka berada di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dari Kesadaran Menjadi Kebiasaan

Wakapolres berharap Green Policing tidak hanya dikenang sebagai kegiatan sosialisasi pada satu hari tertentu.

Nilai yang disampaikan justru diharapkan berkembang menjadi perilaku sehari-hari.

> “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Para siswa adalah generasi penerus yang nantinya akan menentukan bagaimana lingkungan kita ke depan. Mari bersama-sama menjaga alam Indragiri Hilir agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya,” tuturnya.

Pesan tersebut memiliki makna penting bagi daerah seperti Indragiri Hilir yang memiliki lingkungan alam dengan karakteristik tersendiri.

Upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

Satu kegiatan mungkin tidak langsung mengubah keadaan. Namun apabila kesadaran yang ditanamkan kepada ratusan pelajar kemudian diteruskan kepada keluarga dan lingkungan mereka, pesan tersebut dapat berkembang jauh melampaui ruang sosialisasi.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara Ke 80, Polres Asahan Gelar Khitan Massal Untuk Masyarakat Pesisir

Polisi dan Dunia Pendidikan Bertemu dalam Misi yang Sama

Program Green Policing di SMAN 1 Tembilahan sekaligus memperlihatkan adanya ruang kerja sama antara Kepolisian dan dunia pendidikan yang tidak hanya berbicara mengenai keamanan dan ketertiban.

Lingkungan menjadi titik temu yang menyangkut kepentingan semua pihak.

Kepolisian hadir membawa edukasi dan pengalaman di lapangan, sementara sekolah memiliki peran membentuk karakter serta pola pikir generasi muda.

Ketika keduanya berjalan bersama, upaya menjaga lingkungan dapat diperkuat melalui pendekatan pendidikan.

Wakapolres juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMAN 1 Tembilahan beserta para guru dan siswa yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan bukan sebagai kegiatan sesaat, tetapi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Menjaga Alam Berarti Menjaga Masa Depan

Pada akhirnya, pesan yang dibawa Green Policing cukup sederhana: alam yang dinikmati hari ini bukan hanya milik generasi sekarang.

Ada generasi berikutnya yang juga memiliki hak untuk menikmati udara yang bersih, lingkungan yang sehat, pepohonan yang tetap tumbuh dan ekosistem yang terjaga.

Karena itu, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.

Membuang sampah pada tempatnya, mengurangi perilaku yang merusak lingkungan, menanam pohon, merawat tanaman serta mengingatkan orang di sekitar merupakan langkah sederhana yang apabila dilakukan bersama dapat menghasilkan perubahan.

Dari ruang sekolah di Tembilahan itu, Polres Indragiri Hilir menanam satu pesan kepada para pelajar:

menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan, dan masa depan itu kelak berada di tangan mereka.

(Yti)

banner 468x60
Example 120x600