Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
SosialTNI/POLRI

Dari Saf Subuh hingga Gerakan Menanam Pohon, Polda Riau Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Program Suling

Avatar photo
32
×

Dari Saf Subuh hingga Gerakan Menanam Pohon, Polda Riau Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Program Suling

Sebarkan artikel ini
Melalui Subuh Keliling di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, jajaran Polda Riau mengajak masyarakat menjaga kamtibmas, memperkuat persaudaraan, dan mewujudkan kepedulian lingkungan melalui Green Policing.

PEKANBARU | AFJ-News.Online — Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan patroli, penegakan hukum, ataupun penanganan perkara. Ada ruang lain yang tidak kalah bermakna untuk membangun kepercayaan publik, yakni melalui silaturahmi, pendekatan keagamaan, dan kepedulian bersama terhadap kehidupan sosial.

Semangat tersebut tercermin dalam pelaksanaan Program Suling (Subuh Keliling) Polda Riau yang berlangsung di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.30 WIB tersebut mempertemukan jajaran Kepolisian Daerah Riau, unsur TNI, pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan jemaah dalam suasana religius serta penuh kebersamaan.

Melalui momentum salat Subuh berjemaah, Polda Riau tidak sekadar melaksanakan agenda silaturahmi, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Riau Kombes Pol. Tris Lesmana Zeviansyah, S.H., S.I.K., M.H.; Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Akmadi, S.I.K.; Dir Samapta Polda Riau Kombes Pol. Syahrial M. Said, S.I.K., S.H.; Kombes Pol. Anton Setyo Hartanto; personel Kodam XIX/Tuanku Tambusai; personel Polda Riau; pengurus masjid; serta para jemaah.

Polisi Hadir untuk Mendengar, Bukan Sekadar Memberikan Imbauan

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Tris Lesmana Zeviansyah menegaskan bahwa pendekatan preventif merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak semestinya hanya dilakukan setelah terjadi tindak pidana atau gangguan ketertiban.

Kehadiran polisi melalui patroli, sambang, komunikasi sosial, dan kegiatan keagamaan menjadi sarana untuk mengenali persoalan masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Kehadiran Polri bukan sekadar untuk memenuhi kegiatan, melainkan sebagai wujud nyata bahwa Polri ingin semakin dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, dan mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat harus dibangun melalui komunikasi dua arah.

Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima imbauan, tetapi juga sebagai mitra yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, kritik, masukan, dan persoalan keamanan di lingkungannya.

Sebab, dalam kehidupan bermasyarakat, rasa aman tidak hanya lahir dari keberadaan aparat, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan dan kepedulian antarsesama warga.

Baca Juga :  Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Sosialisasikan Ops Zebra Toba 2025 kepada Siswa Yayasan Sinar Husni

Polri Harus Menjadi Bagian dari Solusi Persoalan Masyarakat

Kombes Pol. Tris Lesmana juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

Gangguan keamanan, tindak pencurian, persoalan sosial, maupun potensi konflik di lingkungan masyarakat dapat dikomunikasikan melalui jajaran kepolisian, baik di tingkat Polsek, Polres, maupun Polda Riau.

Keterbukaan komunikasi tersebut diharapkan dapat membantu aparat melakukan langkah pencegahan serta penanganan secara tepat.

Ia menekankan bahwa kepolisian harus mampu menjalankan peran sebagai institusi yang hadir untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan penyelesaian persoalan sesuai kewenangannya.

“Polri harus menjadi bagian dari solusi atau problem solver bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun agar setiap persoalan dapat dicarikan jalan keluar bersama,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas juga membutuhkan kerja sama seluruh unsur masyarakat.

Sinergi antara Polri, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan warga menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.

Kebersamaan tersebut tidak cukup hanya diwujudkan dalam pertemuan seremonial, tetapi perlu diterjemahkan melalui kepedulian dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Green Policing: Kepedulian terhadap Alam Menjadi Bagian dari Pengabdian

Hal menarik dari pelaksanaan Program Suling kali ini adalah hadirnya pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green Policing yang terus didorong Polda Riau.

Di hadapan para jemaah, Kombes Pol. Tris Lesmana mengajak masyarakat untuk memahami bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan bukan hanya milik pemerintah atau lembaga tertentu.

Setiap warga memiliki peran untuk merawat alam, menjaga kebersihan, serta berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam penyampaiannya, ia menyebutkan adanya target penanaman hingga satu juta pohon pada 2026 yang membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menanam pohon bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan kehidupan.

Pohon memiliki manfaat bagi lingkungan, mulai dari membantu menjaga kualitas udara, memberikan keteduhan, mendukung keseimbangan ekosistem, hingga berkontribusi dalam menjaga kondisi tanah dan resapan air.

Melalui pendekatan tersebut, Polda Riau mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, baik di pekarangan rumah, sekolah, kantor, maupun lingkungan rumah ibadah.

Baca Juga :  Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Turut Serta Karya Bakti Bersama TNI–Polri dan Masyarakat Wujudkan Lingkungan Bersih di Aceh Tenggara

Empat Bibit Pohon Ditanam di Lingkungan Masjid

Sebagai tindak lanjut pesan Green Policing, kegiatan Subuh Keliling tersebut dirangkai dengan penanaman empat bibit pohon di halaman belakang Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin.

Penanaman dilakukan bersama unsur kepolisian dan pihak terkait sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Meski jumlah pohon yang ditanam tidak banyak, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif bahwa kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa rumah ibadah memiliki potensi menjadi salah satu pusat penggerak kesadaran sosial dan lingkungan.

Masjid tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap alam.

Namun, keberhasilan penghijauan tidak cukup berhenti pada kegiatan menanam.

Perawatan, penyiraman, perlindungan, dan pemantauan pertumbuhan pohon merupakan bagian penting agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan tersebut, semangat Green Policing diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan positif masyarakat yang terus dilaksanakan setelah kegiatan selesai.

Pengurus Masjid Sambut Positif Kehadiran Polda Riau

Ketua Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Dr. H. Arbakmis Lamid, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polda Riau yang melaksanakan kegiatan Subuh Keliling bersama pengurus dan jemaah.

Ia menilai program tersebut menjadi momentum positif untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana memperkuat komunikasi sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menjaga ketenteraman lingkungan.

“Kami menyambut baik kegiatan Subuh Keliling Polda Riau ini. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah-tengah jamaah tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar hubungan baik antara masyarakat dan kepolisian semakin kuat.

Apresiasi tersebut mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang tidak berjarak antara aparat dan warga.

Melalui komunikasi langsung, masyarakat diharapkan semakin terbuka menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian, sementara aparat kepolisian memperoleh kesempatan memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih dekat.

Dari Rumah Ibadah, Tumbuh Pesan Keamanan dan Kepedulian Lingkungan

Pelaksanaan Program Suling Polda Riau di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin menghadirkan dua pesan penting dalam satu kegiatan.

Baca Juga :  Polsek Kota Kisaran Berhasil Ungkap Tp. Pengancaman, Seorang Pria Diamankan Bersama Barang Bukti Cangkul dan Sepeda Motor

Pertama, keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan komunikasi, kebersamaan, serta kepedulian yang terus dipelihara.

Kedua, kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan tindakan nyata dan berkesinambungan.

Kedua pesan tersebut saling berkaitan dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat.

Lingkungan yang aman memungkinkan warga menjalankan aktivitas dengan tenang, sedangkan lingkungan yang terawat memberikan manfaat bagi kesehatan dan keberlanjutan kehidupan.

Melalui pendekatan humanis dan religius, Polda Riau berupaya menghadirkan wajah pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan hubungan kemitraan yang dilandasi rasa saling menghormati dan tanggung jawab bersama.

Menguatkan Pengabdian Melalui Kehadiran dan Keteladanan

Kegiatan Subuh Keliling yang ditutup dengan kebersamaan dan penanaman pohon ini menjadi gambaran bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan.

Tidak selalu diperlukan kegiatan berskala besar untuk menumbuhkan kepedulian. Kehadiran, komunikasi yang baik, serta tindakan sederhana yang memberikan manfaat dapat menjadi awal perubahan positif.

Namun, keberlanjutan kegiatan tetap menjadi hal penting agar pesan yang disampaikan tidak hanya berhenti pada satu pertemuan.

Kepercayaan publik perlu dibangun melalui pelayanan yang konsisten, respons yang profesional terhadap pengaduan, dan sikap aparat yang terbuka terhadap kebutuhan masyarakat.

Begitu pula dengan gerakan penghijauan yang memerlukan kesungguhan dalam pemeliharaan serta partisipasi warga.

Sebab, pengabdian tidak hanya tercermin dari seberapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Dari pelaksanaan salat Subuh berjemaah hingga penanaman empat bibit pohon, Polda Riau berupaya menyampaikan satu pesan bahwa menjaga keamanan dan merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Ketika aparat dan masyarakat berjalan beriringan, keamanan dapat terus diperkuat. Ketika kepedulian terhadap alam tumbuh menjadi kebiasaan, harapan akan lingkungan yang lebih sehat dan lestari pun semakin terbuka.

Melalui Program Suling dan Green Policing, Polda Riau berharap kedekatan dengan masyarakat dapat terus dipelihara sebagai bagian dari pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Penulis: Yanti (Yti)
Media: AFJ-News.Online
Sumber: Rilisan kegiatan Polda Riau
Dokumentasi: Kegiatan Subuh Keliling dan Green Policing Polda Riau, 17 Oktober 2026.

banner 468x60
Example 120x600