Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Regional

AMPES Apresiasi Kinerja Dinas Pendidikan Subulussalam, Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Pelosok dan Perlindungan Anak Putus Sekolah

Avatar photo
18
×

AMPES Apresiasi Kinerja Dinas Pendidikan Subulussalam, Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Pelosok dan Perlindungan Anak Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini

SUBULUSSALAM | AFJ-News.online – Kemajuan dunia pendidikan tidak cukup diukur dari megahnya bangunan sekolah atau banyaknya program yang diluncurkan pemerintah. Keberhasilan pendidikan sesungguhnya harus tercermin dari pemerataan akses, kualitas tenaga pendidik, serta kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Semangat tersebut menjadi perhatian Aliansi Mahasiswa Pemuda Subulussalam (AMPES) yang menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam, Aceh, dalam upaya meningkatkan mutu dan pemerataan layanan pendidikan.

AMPES menilai sejumlah langkah pembenahan yang dilakukan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan patut mendapat dukungan, terutama dalam menjawab persoalan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah terpencil.

Namun, apresiasi tersebut juga disertai pesan penting: kemajuan pendidikan harus terus dibuktikan melalui pelayanan nyata yang dapat dirasakan seluruh masyarakat, bukan sekadar pencapaian administratif.

AMPES: Pendidikan Harus Hadir hingga ke Pelosok Desa

Koordinator AMPES, dalam keterangannya, menyatakan bahwa pihaknya melihat adanya komitmen jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperkuat pelayanan pendidikan melalui pendekatan langsung kepada sekolah dan tenaga pendidik.

“Kami melihat Dinas Pendidikan hari ini bekerja tidak hanya di belakang meja. Mereka turun ke sekolah-sekolah, mendengar keluhan guru, memperhatikan siswa, dan berani melakukan pembenahan. Ini yang kami apresiasi,” tegas Koordinator AMPES.

Menurut AMPES, perhatian terhadap sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Longkib, Penanggalan, dan Rundeng menjadi salah satu aspek penting yang perlu terus diperkuat.

Baca Juga :  “Wapres Gibran Turun Langsung ke Karo, Jenguk Siswa yang Dirawat Usai Santap Menu MBG”

Wilayah yang memiliki tantangan geografis dan kebutuhan pelayanan pendidikan berbeda memerlukan perhatian khusus agar kesenjangan kualitas pendidikan tidak semakin melebar.

AMPES berharap pemerataan bantuan pendidikan benar-benar didasarkan pada kebutuhan setiap sekolah, termasuk kondisi ruang belajar, ketersediaan sarana penunjang, dan kualitas pelayanan kepada peserta didik.

Lima Aspek Pendidikan Menjadi Perhatian Mahasiswa dan Pemuda

Dalam pandangannya, AMPES menyoroti lima aspek yang dinilai menunjukkan arah positif dalam upaya pembenahan sektor pendidikan Kota Subulussalam.

Pertama, pemerataan perhatian terhadap sekolah-sekolah di daerah pelosok, khususnya wilayah Longkib, Penanggalan, dan Rundeng.

Kedua, penguatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan, lokakarya, dan berbagai kegiatan pembinaan guru.

Ketiga, upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk perbaikan ruang kelas, perpustakaan, serta fasilitas sanitasi sekolah.

Keempat, keterbukaan pemerintah dalam menerima kritik, saran, dan aspirasi mahasiswa, pemuda, maupun masyarakat.

Kelima, komitmen mendorong pencegahan anak putus sekolah agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam memperoleh pendidikan.

Meski memberikan penilaian positif, AMPES menegaskan bahwa berbagai langkah tersebut tetap membutuhkan kesinambungan, pengawasan, dan evaluasi agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Jangan Sampai Kemiskinan Merampas Masa Depan Anak

Bagi AMPES, persoalan pendidikan memiliki hubungan erat dengan masa depan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan yang berkualitas dinilai menjadi salah satu jalan penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Baca Juga :  BRNR Labura Akan Surati BPK RI Perwakilan Sumut Agar Segera Periksa PT. AMS dan PT.SSI Terkait Pembayaran PSDH Kayu.

Oleh karena itu, AMPES mengingatkan agar kebijakan pendidikan tidak hanya memprioritaskan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan belajar yang setara.

“Kami titip harapan besar kepada Kadis Pendidikan dan jajarannya. Pertahankan yang sudah baik, perbaiki yang masih kurang. Kami dari AMPES siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra kolaborasi untuk memajukan pendidikan di kota kita tercinta. Jangan sampai ada lagi anak Subulussalam yang tidak bisa sekolah karena miskin,” demikian pernyataan AMPES.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya mencegah putus sekolah, memperkuat dukungan terhadap peserta didik, dan menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Minta Wali Kota Perkuat Dukungan Anggaran Pendidikan

Selain menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, AMPES juga berharap Pemerintah Kota Subulussalam memberikan perhatian lebih besar terhadap kebutuhan anggaran sektor pendidikan.

Menurut aliansi tersebut, investasi pendidikan merupakan fondasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah.

AMPES mendorong agar dukungan anggaran diarahkan secara tepat sasaran, transparan, dan mengutamakan kebutuhan sekolah serta peserta didik.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program peningkatan mutu guru, pembenahan fasilitas sekolah, serta penanganan persoalan anak yang berisiko putus sekolah.

Apresiasi Tidak Menghilangkan Fungsi Kontrol Sosial

Baca Juga :  Rokidi Mundur dari Kursi Dirut Bank Kalbar, Di Tengah Sorotan Skandal Korupsi dan Pembobolan Dana Nasabah

Sikap AMPES yang memberikan penghargaan terhadap langkah positif pemerintah sekaligus menyampaikan harapan perbaikan menjadi gambaran pentingnya peran mahasiswa dan pemuda dalam mengawal pelayanan publik.

Kritik dan apresiasi merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan demokrasi.

Pemerintah yang menjalankan program dengan baik patut memperoleh pengakuan. Sebaliknya, berbagai kekurangan tetap harus disampaikan secara konstruktif demi kepentingan masyarakat.

Meski demikian, penilaian AMPES mengenai sejumlah kemajuan pendidikan tersebut masih memerlukan dukungan data yang lebih terukur, antara lain mengenai pemerataan bantuan, jumlah sekolah yang menerima perbaikan fasilitas, capaian pelatihan guru, dan perkembangan angka putus sekolah.

Penjelasan resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai hasil pelaksanaan program pendidikan.

Pada akhirnya, keberhasilan dunia pendidikan bukan semata-mata tentang banyaknya apresiasi yang diterima pemerintah, melainkan tentang berapa banyak anak yang mendapatkan kesempatan belajar lebih baik dan mampu mewujudkan cita-citanya.

AMPES berharap kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi membangun masa depan pendidikan Kota Subulussalam.

Sebab, membangun pendidikan berarti membangun masa depan. Dan masa depan Subulussalam tidak boleh meninggalkan satu pun anak hanya karena keterbatasan ekonomi maupun tempat tinggal.

Reporter: Iponk (IP)
Redaksi AFJ-News.online
Sumber keterangan: Aliansi Mahasiswa Pemuda Subulussalam (AMPES).

banner 468x60
Example 120x600