Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
NasionalTNI/POLRI

Semangat Sumpah Pemuda Menggema di Air Joman, Forkopimcam dan Aliansi Masyarakat Bersatu Perangi Sampah Penyebab Banjir

Avatar photo
69
×

Semangat Sumpah Pemuda Menggema di Air Joman, Forkopimcam dan Aliansi Masyarakat Bersatu Perangi Sampah Penyebab Banjir

Sebarkan artikel ini

ASAHAN | AFJ-News.online – Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan seruan persatuan. Di Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, semangat kebangsaan itu diterjemahkan menjadi aksi nyata: turun ke lapangan, bergotong royong, dan membersihkan saluran air yang selama ini menjadi salah satu sumber keresahan masyarakat.

Memanfaatkan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Air Joman bersama Aliansi Air Joman, pemerintah kelurahan, dan masyarakat bergandengan tangan membersihkan tumpukan sampah di kawasan Parit Pajak, Jalan Kebun Sayur.

Kegiatan tersebut bukan sekadar aksi kebersihan biasa. Di balik tumpukan sampah yang menyumbat saluran drainase, tersimpan persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari kebiasaan membuang sampah sembarangan hingga penataan aktivitas perdagangan di sepanjang badan jalan.

Ketika Sampah Menjadi Ancaman bagi Kenyamanan Warga

Parit yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air justru dipenuhi sampah. Kondisi ini dilaporkan menghambat aliran air dan memicu genangan hingga banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.

Persoalan tersebut semakin memprihatinkan karena penumpukan sampah diduga turut dipengaruhi aktivitas sebagian pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang Jalan Kebun Sayur.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sampah dari aktivitas perdagangan masih ditemukan dibuang ke saluran parit, meskipun pemerintah kecamatan sebelumnya telah berulang kali memberikan imbauan dan peringatan.

Baca Juga :  Ketua Umum Anak Belawan Bersatu Soroti Jaringan Judi Tembak Ikan di Medan Utara Dedy Satria Ainal, “Hentikan dan Tangkap Pengendali Utamanya”

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan kebersihan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya melalui kegiatan pembersihan sesaat.

Dibutuhkan perubahan perilaku, pengawasan berkelanjutan, serta penataan kawasan perdagangan agar permasalahan serupa tidak terus berulang.

Pemerintah dan Masyarakat Turun Tangan, Bukan Sekadar Memberikan Imbauan

Kegiatan gotong royong berlangsung dengan semangat kebersamaan. Lurah Air Joman turut terjun langsung bersama para kepala lingkungan dari Lingkungan I hingga XV serta perangkat kelurahan.

Kehadiran unsur pemerintah, kepolisian, dan Aliansi Air Joman menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh pihak.

Camat Air Joman memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai unsur yang secara sukarela menyumbangkan tenaga demi memperbaiki kondisi lingkungan.

“Semoga kegiatan ini dapat menyadarkan seluruh masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering pemerintah menggelar kegiatan gotong royong, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk tidak kembali mengotori kawasan yang telah dibersihkan.

Penanganan Sampah Membutuhkan Dukungan Lintas Instansi

Besarnya persoalan sampah di kawasan Parit Pajak mendorong Forkopimcam Air Joman meminta dukungan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan.

Dukungan yang diharapkan mencakup pengerahan petugas, sarana pembersihan, serta kendaraan pengangkut untuk memindahkan sampah yang telah dikeluarkan dari saluran drainase.

Baca Juga :  Respon Cepat Laporan Warga, Pamapta Polres Pelabuhan Belawan Olah TKP Pembakaran Rumah Warga di Hamparan Perak

Langkah tersebut dinilai penting agar sampah yang sudah dibersihkan tidak kembali menumpuk di sekitar lokasi dan berpotensi masuk lagi ke dalam parit.

Penanganan yang menyeluruh juga diharapkan dapat mengembalikan fungsi saluran air sekaligus mengurangi risiko genangan saat curah hujan meningkat.

Kapolsek Air Joman: Momentum Memperkuat Kekompakan

Kapolsek Air Joman turut menyampaikan harapannya agar peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.

Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan gotong royong diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang menjadi budaya kepedulian terhadap lingkungan.

Sebab, menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan ruang publik merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang harus dipelihara bersama.

Aliansi Air Joman Dorong Penataan Pedagang Kaki Lima

Di sisi lain, Aliansi Air Joman menilai kegiatan pembersihan harus diikuti langkah konkret untuk mengatasi akar persoalan.

Aliansi tersebut berharap pemerintah setempat memberikan perhatian lebih serius terhadap penataan pedagang kaki lima yang beraktivitas di sepanjang kawasan Jalan Kebun Sayur.

Salah satu harapan yang disampaikan ialah pemanfaatan lokasi atau pasar yang telah disediakan agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih tertib tanpa mengganggu fungsi jalan maupun saluran drainase.

Baca Juga :  Kapolres Pelabuhan Belawan Tinjau Pos Pengamanan Ops Ketupat Toba 2025 di Klambir Lima dan Marelan

Penataan tersebut tentunya perlu dilakukan melalui pendekatan yang manusiawi, komunikasi yang baik, serta mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian para pedagang.

Dengan demikian, kepentingan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.

Sumpah Pemuda Bukan Hanya Diucapkan, tetapi Dibuktikan

Ada pesan penting yang dapat dipetik dari kegiatan gotong royong di Air Joman.

Persatuan bukan sekadar semboyan yang diucapkan dalam peringatan hari besar nasional. Persatuan memperoleh makna ketika pemerintah, aparat, pemuda, dan masyarakat mampu mengesampingkan perbedaan untuk menyelesaikan persoalan bersama.

Jika pada 1928 para pemuda menyatukan tekad demi masa depan bangsa, maka pada 2026 semangat yang sama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Membersihkan satu saluran air mungkin terlihat sebagai pekerjaan kecil. Namun, ketika dilakukan dengan kesadaran dan kebersamaan, langkah tersebut menjadi bagian dari perjuangan membangun lingkungan yang lebih sehat, tertib, dan bermartabat.

Kini, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan Parit Pajak kembali bersih, melainkan menjaga agar sampah tidak lagi menumpuk dan persoalan banjir tidak terus menjadi keluhan masyarakat.

Karena lingkungan yang bersih bukan semata-mata hasil kerja petugas kebersihan, melainkan cerminan kepedulian seluruh warga terhadap tempat mereka hidup.

(Tiara Aritonang)

banner 468x60
Example 120x600