Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Sosial

Menembus Malam demi Kemanusiaan, PMI Subulussalam Hadir di Tengah Warga Jabi-Jabi yang Dikepung Banjir

Avatar photo
123
×

Menembus Malam demi Kemanusiaan, PMI Subulussalam Hadir di Tengah Warga Jabi-Jabi yang Dikepung Banjir

Sebarkan artikel ini

SUBULUSSALAM | AFJ-News.online – Di tengah genangan banjir yang belum juga surut, secercah harapan datang bagi masyarakat Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh.

Ketika malam menyelimuti permukiman dan sebagian warga masih harus bertahan di rumah-rumah panggung, para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Subulussalam hadir untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak.

Tim PMI yang dipimpin Syafrizal Solin turun ke lokasi pada malam hari sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang dilaporkan telah menghadapi banjir hampir sepekan.

Kehadiran para relawan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kepedulian sesama manusia memiliki arti yang sangat besar.

Sebab, bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah, kehadiran seseorang yang mau mendengar dan membantu sering kali menjadi awal tumbuhnya harapan.

Saat Air Belum Surut, Warga Masih Bertahan

Banjir yang menggenangi kawasan permukiman Desa Jabi-Jabi dilaporkan telah mengganggu aktivitas masyarakat selama beberapa hari.

Akses keluar masuk desa menjadi sulit. Sebagian keluarga terpaksa membatasi kegiatan sehari-hari dan bertahan di bagian rumah yang lebih tinggi untuk menghindari genangan air.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama terhadap kesehatan warga, ketersediaan kebutuhan pokok, dan keselamatan kelompok rentan.

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang membutuhkan pengobatan menjadi kelompok yang memerlukan perhatian khusus ketika banjir berlangsung berkepanjangan.

Di tengah kondisi demikian, masyarakat berharap bantuan dan pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau mereka secepat mungkin.

Baca Juga :  Kasi Propam Polres Pelabuhan Belawan Beri Arahan Terkait Disiplin dan Keamanan Mako

PMI Hadir, Kemanusiaan Tidak Mengenal Waktu

Kedatangan tim PMI Kota Subulussalam pada malam hari menunjukkan komitmen relawan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Dalam kunjungan tersebut, relawan melakukan pemantauan kondisi warga, pengecekan kesehatan, serta pendataan kebutuhan yang masih belum terpenuhi.

Langkah tersebut penting sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga kebutuhan mendesak dapat disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

Perwakilan tim PMI menyampaikan kesiapan relawan untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.

“Kami selalu siap menjangkau warga, bahkan di malam hari, jika ada kebutuhan mendesak,” ungkap perwakilan PMI sebagaimana disampaikan dalam laporan dari lokasi.

Semangat pengabdian tersebut sejalan dengan nilai-nilai dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, khususnya kemanusiaan, kesamaan, dan kesukarelaan.

Bagi seorang relawan, pengabdian bukan semata-mata tentang seberapa jauh perjalanan yang ditempuh, melainkan seberapa besar manfaat kehadirannya bagi mereka yang membutuhkan.

Warga Mengeluh, Bantuan Pemerintah Dipertanyakan

Di balik kehadiran relawan PMI, tersimpan keluhan sejumlah warga mengenai penanganan banjir di wilayah mereka.

Masyarakat yang ditemui mengaku belum merasakan bantuan langsung dari Pemerintah Kota Subulussalam selama menghadapi genangan.

Keluhan tersebut perlu mendapat perhatian dan klarifikasi dari pemerintah daerah, termasuk mengenai bantuan yang telah disalurkan, lokasi distribusi, serta kemungkinan kendala akses menuju permukiman terdampak.

Baca Juga :  Polsek Hamparan Perak Laksanakan Patroli dan Himbauan Kamtibmas kepada Warga

Salah seorang warga menyampaikan kekecewaannya karena merasa belum memperoleh perhatian yang memadai.

Warga juga berharap kepala daerah dan anggota DPRK dapat turun langsung melihat keadaan masyarakat.

Namun, keluhan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa pemerintah sama sekali tidak melakukan penanganan. Diperlukan konfirmasi kepada instansi terkait untuk mengetahui langkah yang telah maupun sedang dilaksanakan.

Yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini bukan perdebatan panjang, melainkan kepastian bahwa kebutuhan mendesak mereka mendapat penanganan.

Penanganan Banjir Membutuhkan Kerja Bersama

Bencana banjir tidak dapat ditangani hanya oleh satu lembaga.

Diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dinas kesehatan, dinas sosial, PMI, pemerintah desa, serta unsur masyarakat untuk memastikan bantuan dan pelayanan menjangkau seluruh warga terdampak.

Pendataan yang akurat menjadi salah satu kunci agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan.

Selain bahan pangan dan air bersih, perhatian juga perlu diberikan pada obat-obatan, perlengkapan kebersihan, layanan kesehatan, serta kebutuhan kelompok rentan.

Dalam kondisi akses yang sulit, pengaturan jalur distribusi dan kesiapan sarana transportasi juga menjadi faktor penting.

PMI dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan mandat kemanusiaannya, sementara pemerintah tetap memegang tanggung jawab utama dalam koordinasi penanggulangan bencana di daerah.

Syafrizal Solin dan Semangat Pengabdian Relawan

Kehadiran tim PMI Kota Subulussalam yang dipimpin Syafrizal Solin memperlihatkan pentingnya keterlibatan relawan dalam membantu masyarakat menghadapi situasi sulit.

Baca Juga :  Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Pasang Spanduk dan Bagikan Stiker Himbauan Ops Patuh Toba 2025

Bagi masyarakat terdampak, kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan pemantauan.

Ada rasa diperhatikan ketika kondisi mereka didengar, kebutuhan mereka dicatat, dan kesulitan yang dialami tidak dibiarkan berlalu tanpa perhatian.

Di sinilah nilai kemanusiaan menemukan maknanya.

Menolong bukan tentang mencari pujian. Menolong adalah tentang hadir ketika orang lain sedang membutuhkan.

Semangat seperti inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam setiap kegiatan kemanusiaan, baik yang dilakukan PMI maupun unsur masyarakat lainnya.

Harapan Warga: Banjir Segera Surut, Bantuan Segera Tiba

Masyarakat Desa Jabi-Jabi berharap kondisi banjir segera membaik sehingga aktivitas keluarga dapat kembali berjalan normal.

Mereka juga mengharapkan perhatian nyata dari seluruh pihak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan penanganan dampak banjir yang berkepanjangan.

Pemerintah Kota Subulussalam diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi terkini, jumlah warga terdampak, upaya penanganan, serta distribusi bantuan.

Sementara itu, kepedulian para relawan PMI menjadi salah satu bentuk solidaritas yang patut terus didukung.

Banjir boleh menggenangi halaman dan rumah warga, tetapi jangan sampai musibah tersebut memadamkan semangat kemanusiaan.

Karena ketika masyarakat menghadapi kesulitan, kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar kata-kata.

Di tengah banjir yang belum surut, PMI hadir membawa pesan sederhana: kemanusiaan harus tetap hidup, bahkan ketika malam semakin gelap.

Laporan: Iponk (IP)

Redaksi: AFJ-News.online

banner 468x60
Example 120x600