WAMENA | AFJ-News.Online — Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Senator DPD RI asal Papua Pegunungan Arianto Kogoya, S.E., kalangan akademisi, mahasiswa serta perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), termasuk unsur kelompok Cipayung di Papua Pegunungan.
Selain membahas nilai-nilai kebangsaan, forum tersebut berkembang menjadi ruang penyampaian aspirasi mengenai sejumlah persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda Papua Pegunungan.
Pemuda Sampaikan Persoalan Daerah
Dalam sesi diskusi, mahasiswa dan perwakilan organisasi kepemudaan menyampaikan sejumlah pandangan mengenai pembangunan sumber daya manusia, kualitas pendidikan, kesempatan kerja, persoalan sosial hingga kondisi keamanan di daerah.
Peserta juga menyinggung pelaksanaan sejumlah program dan kebijakan pemerintah pusat di Papua Pegunungan. Mereka meminta agar setiap kebijakan yang diterapkan di daerah mempertimbangkan kondisi, kebutuhan serta dampaknya terhadap masyarakat setempat.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam forum karena menunjukkan bahwa pembahasan kebangsaan tidak hanya berlangsung pada tataran konsep, tetapi juga menyentuh persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.
DPD II KNPI Jayawijaya bersama panitia yang dipimpin Hengky Hilapok memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, kritik dan aspirasi dalam sesi diskusi.
Arianto Kogoya Terima Aspirasi Peserta:
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Senator DPD RI asal Papua Pegunungan Arianto Kogoya menyatakan akan membawa aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan organisasi kepemudaan tersebut dalam kapasitasnya sebagai wakil daerah di tingkat pusat.
Aspirasi mengenai pendidikan, pengembangan sumber daya manusia dan kesempatan kerja menjadi bagian yang diharapkan memperoleh perhatian dalam pembahasan kebijakan pembangunan Papua Pegunungan. Forum tersebut sekaligus menempatkan organisasi kepemudaan dan mahasiswa sebagai kelompok yang diharapkan tidak hanya mengikuti agenda kebangsaan, tetapi juga berperan kritis dalam mengawasi kebijakan pembangunan daerah.
Kegiatan sosialisasi juga membahas pemahaman mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui forum tersebut, mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Papua Pegunungan diharapkan dapat terus membangun ruang dialog dengan pemerintah dan lembaga negara sekaligus menyampaikan persoalan masyarakat secara terbuka dan konstruktif.
Yonas Marian
AFJ-News.Online

















