Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
SosialTNI/POLRI

Polres Inhil Ajak Kader HMI Jaga Hutan, Sungai dan Ekosistem Lewat Green Policing

Avatar photo
22
×

Polres Inhil Ajak Kader HMI Jaga Hutan, Sungai dan Ekosistem Lewat Green Policing

Sebarkan artikel ini

INDRAGIRI HILIR | AFJ-News.Online — Isu lingkungan tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan teknis, tetapi juga menyentuh aspek sosial, hukum, dan masa depan generasi muda. Pesan itu menjadi salah satu benang merah dalam penyampaian materi Green Policing pada Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tembilahan Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Hotel 3 Putri, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (24/9/2026), sekitar pukul 16.00 WIB.

Mengusung tema “Terbina Kader Futuristik Berbasis Ekologi dan Keadilan Sosial”, forum tersebut menghadirkan Wakapolres Indragiri Hilir Kompol Meitertika, S.H., M.H., bersama para peserta Training Raya Tingkat Nasional LK II, LKK, serta Steering Committee HMI.

Dalam forum tersebut, Green Policing diperkenalkan bukan sekadar sebagai konsep kepolisian yang berkaitan dengan penegakan hukum lingkungan, tetapi juga sebagai pendekatan yang menempatkan edukasi, pencegahan, kepedulian sosial, dan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam menjaga kelestarian alam.

Peserta diajak melihat bahwa persoalan lingkungan memiliki dampak yang panjang. Kerusakan hutan, lahan, sungai maupun ekosistem tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi alam, tetapi dapat merembet kepada kehidupan sosial, kesehatan masyarakat, ekonomi, bahkan potensi konflik di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Ops Antik Toba 2026, Polres Asahan Ungkap 69 Kasus Narkotika dan Amankan 85 Tersangka

Karena itu, generasi muda dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini.

Mahasiswa Didorong Tidak Berhenti pada Wacana

Dalam penyampaiannya, Kompol Meitertika menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup berhenti pada diskusi dan teori.

Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki ruang besar untuk mengubah pengetahuan menjadi gerakan nyata melalui edukasi, pengawasan partisipatif, kampanye kesadaran, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat ketika menemukan persoalan lingkungan di sekitarnya.

“Green Policing bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan gerakan bersama. Kami berharap kader HMI dapat menjadi generasi yang memiliki kepedulian dan kesadaran ekologis, sekaligus mampu mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ujar Kompol Meitertika.

Ia menilai mahasiswa memiliki kekuatan dalam membangun opini publik yang sehat, mengedukasi masyarakat, serta menjadi penghubung antara berbagai kelompok ketika muncul persoalan di lapangan.

Baca Juga :  DPC ABPEDNAS Gerak Cepat Bantu warga yang Sakit

Perlindungan Lingkungan Butuh Kolaborasi

Menurut Meitertika, penanganan persoalan lingkungan akan sulit berjalan maksimal apabila hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.

Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga kelompok-kelompok sosial di tingkat akar rumput.

Pendekatan kolaboratif itulah yang ingin dibangun melalui Green Policing: kepolisian hadir bukan semata pada tahap penindakan ketika pelanggaran telah terjadi, tetapi juga mendorong upaya pencegahan serta peningkatan kesadaran masyarakat.

“Kami mengajak para kader untuk tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga ikut mengambil peran nyata. Mari bersama-sama menjaga hutan, lahan, sungai dan ekosistem di Kabupaten Indragiri Hilir agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” katanya.

Kaderisasi Dinilai Relevan dengan Isu Ekologi

Tema kaderisasi yang mengangkat basis ekologi dan keadilan sosial dinilai memiliki relevansi dengan tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Dalam konteks tersebut, kader HMI diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai aktivis organisasi, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap persoalan lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat.

Baca Juga :  School, Wabup Intan : Makin Memperkuat Ekosistem Pendidikan

Kesadaran ekologis, menurut materi yang disampaikan, juga harus berjalan beriringan dengan kesadaran hukum. Setiap tindakan yang merusak lingkungan memiliki konsekuensi, baik secara sosial maupun yuridis.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk mampu memahami batas antara kritik, advokasi, pengawasan masyarakat dan proses penegakan hukum.

Polres Inhil Buka Ruang Kolaborasi

Kompol Meitertika menambahkan, Polres Indragiri Hilir terbuka terhadap kerja sama dengan organisasi kemahasiswaan dalam kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada perlindungan lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“Sinergi antara Polri, mahasiswa dan masyarakat sangat penting. Dengan kepedulian dan langkah bersama, kita dapat mewujudkan lingkungan yang aman, sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan mahasiswa, terutama dalam membangun cara pandang bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari kepentingan bersama.

Melalui forum kaderisasi seperti ini, pesan Green Policing diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterjemahkan oleh para peserta menjadi edukasi, gerakan sosial, dan kepedulian nyata di lingkungan masing-masing.

(Yti)

banner 468x60
Example 120x600