BELAWAN | AFJ-News.Online — Ketahanan wilayah tidak hanya dibangun dari kekuatan pertahanan dan keamanan. Di tengah tantangan pangan yang terus berkembang, kemandirian masyarakat dari sektor pertanian juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tahan suatu wilayah.
Semangat itulah yang dibawa Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah Maritim (Bintahwilmar) Triwulan III Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB tersebut diisi dengan penanaman bibit kedelai dan sosialisasi budidaya kedelai kepada kelompok tani binaan, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, kelompok tani serta masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Daerah Kodaeral I Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Paban III Tahwil Steral, Kapoksahli Kodaeral I, Kapuskopal Kodaeral I, perwakilan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Operational Head PTPN I, jajaran Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, unsur TNI-Polri, perangkat Kecamatan Tanjung Morawa, Kepala Desa Limau Manis dan Kepala Desa Medan Senembah, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memberikan gambaran bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, aparat, dunia usaha hingga masyarakat yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan lahan pertanian.
Di lokasi kegiatan, peserta tidak hanya mengikuti rangkaian seremonial. Penanaman kedelai dilakukan secara simbolis di lahan yang telah disiapkan, sekaligus menjadi awal dari upaya mendorong kelompok tani agar semakin mampu memanfaatkan potensi pertanian di wilayahnya.
Sosialisasi budidaya kedelai juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui pendampingan dan pengetahuan mengenai pengelolaan tanaman, masyarakat diharapkan tidak sekadar menerima bantuan ataupun bibit, tetapi memiliki pemahaman yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pembagian sembako kepada kelompok tani. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus penguatan hubungan antara Kodaeral I dengan masyarakat yang menjadi bagian dari wilayah binaannya.
Bintahwilmar sendiri menjadi salah satu sarana TNI Angkatan Laut dalam memperkuat pembinaan potensi wilayah, termasuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga ketahanan dan kemandirian lingkungan melalui kegiatan-kegiatan produktif.
Dalam konteks tersebut, pertanian menjadi salah satu sektor yang memiliki nilai strategis. Ketika masyarakat mampu mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas serta membangun kemandirian pangan, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga ikut menopang ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dari Desa Limau Manis, kegiatan itu membawa pesan sederhana tetapi penting: ketahanan wilayah dapat dimulai dari lahan yang digarap bersama, dari bibit yang ditanam, dan dari kemauan berbagai pihak untuk hadir mendampingi masyarakat.
Kedelai yang ditanam hari itu mungkin masih berupa bibit kecil. Namun di baliknya terdapat harapan agar sinergi TNI AL, pemerintah, dunia usaha dan petani terus tumbuh—menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar.
(Bambang Hermanto)
AFJ-News.Online

















