PONTIANAK, AFJ-News.Online — Kehadiran Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Kalimantan Barat dalam Pekan Produk Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat 2026 tidak hanya membawa misi memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan nelayan. HMNI Kalbar juga menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan hasil perikanan menjadi aneka produk kuliner bernilai tambah.
Dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Arsip Kalbar, Rumah Radakng, Pontianak, 13–15 Agustus 2026 tersebut, Ketua HMNI Provinsi Kalimantan Barat bersama jajaran memperkenalkan sejumlah olahan berbahan dasar ikan, di antaranya Ikan Mas Arsik, amplang, serta panada dengan isian ikan tongkol.
Kreasi kuliner tersebut menjadi daya tarik tersendiri di tengah pelaksanaan Pekan Produk Kelautan dan Perikanan. Kehadiran HMNI sekaligus membawa pesan bahwa hasil tangkapan nelayan tidak hanya dapat dipasarkan dalam bentuk ikan segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Stan HMNI Kalbar turut mendapat perhatian saat dikunjungi Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. Momentum tersebut dimanfaatkan jajaran HMNI untuk memperkenalkan kreativitas pengolahan hasil perikanan sekaligus menyampaikan komitmen organisasi dalam mendukung kemajuan masyarakat nelayan Kalimantan Barat.
Ketua HMNI Provinsi Kalimantan Barat mengatakan, pengembangan produk olahan ikan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus membangun kebiasaan masyarakat mengonsumsi ikan.
“Melalui berbagai kreasi makanan berbahan ikan seperti Ikan Mas Arsik, amplang dan panada isi ikan tongkol, kami ingin menunjukkan bahwa hasil perikanan dapat dikembangkan menjadi beragam produk kuliner yang menarik dan memiliki nilai jual,” ujarnya.
Menurutnya, kreativitas dalam pengolahan hasil perikanan juga membuka peluang usaha bagi keluarga nelayan, pelaku UMKM serta masyarakat pesisir. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, hasil tangkapan nelayan diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan komoditas segar.
HMNI Kalbar berharap pemerintah daerah dan instansi terkait terus memberikan pembinaan dan dukungan terhadap pengembangan produk olahan hasil perikanan, mulai dari peningkatan keterampilan, kualitas produk, pengemasan hingga perluasan akses pemasaran.
Partisipasi HMNI dalam Pekan Produk Kelautan dan Perikanan juga sejalan dengan semangat membiasakan masyarakat mengonsumsi ikan, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner berbahan hasil perikanan kepada masyarakat luas.
Bagi HMNI Kalbar, inovasi produk perikanan merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat nelayan. Ketika hasil laut dan perikanan mampu diolah menjadi produk bernilai tambah, peluang peningkatan pendapatan nelayan dan keluarganya juga semakin terbuka.
Melalui momentum tersebut, HMNI Kalbar menegaskan akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan serta berbagai pihak terkait untuk mendorong nelayan semakin produktif, kreatif dan sejahtera.
“Mesra Hayati”

















