Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Pendidikan

PKKMB AMIK Polibisnis Perdagangan, Syafii Efendi: Mahasiswa Jangan Kalah di Era AI

Avatar photo
17
×

PKKMB AMIK Polibisnis Perdagangan, Syafii Efendi: Mahasiswa Jangan Kalah di Era AI

Sebarkan artikel ini

MEDAN | AFJ-News.Online — Memasuki perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah. Bagi mahasiswa baru, masa tersebut menjadi awal membangun cara berpikir, karakter, kemampuan memecahkan persoalan, hingga keberanian menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026–2027 AMIK Polibisnis Perdagangan, yang berlangsung pada akhir September 2026.

Ketua Yayasan AMIK Polibisnis Perdagangan, Syafii Efendi, hadir langsung di tengah mahasiswa baru dan menyampaikan sejumlah pesan mengenai tantangan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta persaingan kompetensi yang semakin tinggi.

Dalam pandangannya, perguruan tinggi tidak cukup hanya memberikan bekal akademik kepada mahasiswa. Kampus juga dituntut mampu membaca perubahan dunia industri agar lulusan tidak tertinggal ketika memasuki lapangan kerja.

Syafii menilai kompetisi saat ini telah bergerak semakin cepat. Perusahaan dan dunia industri tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir, beradaptasi, menyelesaikan masalah dan memimpin.

Karena itu, ia menekankan sedikitnya empat kemampuan yang perlu dibangun mahasiswa selama menjalani pendidikan tiga tahun di kampus, yakni growth mindset, critical thinking, problem solving dan leadership skill, selain tetap memenuhi kompetensi akademik yang menjadi dasar pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Belawan Laksanakan “Police Goes to School”, Kapolres Tekankan Pentingnya Tertib Lalu Lintas dan Hindari Kenakalan Remaja

Menurut Syafii, pola pikir bertumbuh atau growth mindset menjadi penting karena mahasiswa harus memiliki kemauan terus belajar. Sementara kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah diperlukan agar mahasiswa tidak berhenti pada teori, tetapi mampu menghadapi persoalan nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Di sisi lain, kemampuan kepemimpinan menjadi modal penting agar lulusan tidak hanya siap mengikuti sistem, tetapi juga mempunyai keberanian mengambil tanggung jawab ketika kelak diberikan kepercayaan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai mengubah banyak pola pekerjaan.

Syafii mengingatkan bahwa generasi muda hari ini sebenarnya memiliki peluang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya karena akses terhadap informasi terbuka sangat luas. Teknologi dapat digunakan untuk belajar, membangun keterampilan, membuka jaringan bahkan mengembangkan peluang baru.

Namun kemudahan tersebut, menurutnya, tidak akan berarti apabila mahasiswa hanya menjadi pengguna teknologi tanpa meningkatkan kemampuan dirinya.

> “Anak muda hari ini diberikan keluasan dalam mengakses informasi. Karena itu, anak muda tidak boleh lemah dan kalah di era teknologi AI seperti saat ini,” pesannya.

Baca Juga :  Dugaan Pungutan Biaya Ijazah di SD Negeri 116261 Bulungihit, Dana BOS Dipertanyakan.

Sebagai Ketua Yayasan, Syafii juga mendorong seluruh civitas akademika AMIK Polibisnis Perdagangan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan bekerja lebih keras dalam memaksimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Adaptasi terhadap kebutuhan dunia kerja, menurutnya, harus berjalan berdampingan dengan proses pendidikan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan masa kuliah untuk mendapatkan gelar atau ijazah, tetapi benar-benar membawa pulang kemampuan yang mempunyai nilai ketika mereka masuk ke masyarakat dan dunia profesional.

Di hadapan mahasiswa baru, Syafii turut menyampaikan pesan yang lebih personal.

Ia meminta para mahasiswa percaya diri menjalani perjalanan pendidikan tiga tahun ke depan. Menurutnya, di balik perjuangan seorang mahasiswa terdapat harapan keluarga dan pengorbanan orang tua yang tidak boleh dilupakan.

> “Adik-adik mahasiswa baru mesti percaya diri memulai perjuangan tiga tahun di sini, karena doa dan dukungan kedua orang tua adalah kekuatan spiritual yang tak tertandingi,” tandasnya.

Pesan tersebut memberikan warna tersendiri dalam PKKMB. Di tengah pembicaraan mengenai teknologi, kompetensi dan persaingan kerja, mahasiswa diingatkan bahwa pendidikan juga merupakan perjalanan membentuk kedewasaan, tanggung jawab dan penghargaan terhadap mereka yang mendukung perjuangan dari belakang.

Baca Juga :  KKN Kavendra 108 UIN Jakarta Diwilayah Desa Babakan " Ilmu Pendidikan Yang Bermanfaat.

Kegiatan PKKMB berlangsung selama dua hari dan turut menghadirkan perwakilan dari KEK Semangke serta Korem Simalungun sebagai bagian dari upaya memberikan motivasi dan inspirasi kepada para mahasiswa baru sebelum memasuki proses perkuliahan.

Suasana kebersamaan juga terlihat dalam dokumentasi kegiatan, ketika mahasiswa baru, civitas akademika dan para undangan berbaur dalam satu ruang. Bukan sekadar seremoni penyambutan, PKKMB tersebut menjadi titik awal memperkenalkan kepada mahasiswa bahwa dunia kampus membawa kebebasan sekaligus tanggung jawab yang lebih besar.

Pada akhirnya, tantangan mahasiswa angkatan 2026 bukan hanya bagaimana menyelesaikan mata kuliah dan mendapatkan nilai baik.

Mereka memasuki perguruan tinggi ketika teknologi berubah dengan sangat cepat, AI mulai mengambil sebagian pekerjaan manusia, dan industri semakin selektif mencari talenta.

Karena itu, tiga tahun di bangku perguruan tinggi harus menjadi waktu untuk membangun pengetahuan, menajamkan cara berpikir, memperkuat karakter dan menemukan kemampuan terbaik dalam diri.

Sebab ketika teknologi semakin pintar, manusia tetap membutuhkan sesuatu yang tidak cukup hanya dibentuk oleh mesin: karakter, keberanian mengambil keputusan, kepemimpinan, serta kemauan untuk terus belajar.

Bambang Hermanto

banner 468x60
Example 120x600