Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Nasional

H. Irfan Hamidi Serukan Persatuan di Hari Sumpah Pemuda: Jangan Biarkan Perbedaan Memecah Persaudaraan di Belawan!

Avatar photo
16
×

H. Irfan Hamidi Serukan Persatuan di Hari Sumpah Pemuda: Jangan Biarkan Perbedaan Memecah Persaudaraan di Belawan!

Sebarkan artikel ini
Tokoh masyarakat Medan Utara mengajak generasi muda menjadi penjaga perdamaian, memperkuat toleransi, dan membangun masa depan Belawan melalui karya nyata.

BELAWAN | AFJ-News.online – Sumpah Pemuda bukan sekadar catatan sejarah yang dikenang setiap 28 Oktober. Di balik ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, tersimpan pesan besar tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Semangat itulah yang kembali digaungkan tokoh masyarakat Medan Utara, H. Irfan Hamidi, dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).

Melalui pesan kebangsaannya, H. Irfan Hamidi mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda di kawasan Belawan, untuk menjadikan semangat persatuan sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh kepedulian sosial.

Menurutnya, perjuangan generasi muda masa kini tidak lagi sebatas mengenang keberanian para pemuda tahun 1928, tetapi juga bagaimana menerjemahkan nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Mari kita jadikan momentum bersejarah ini untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, dan membangun kepedulian terhadap sesama. Pemuda harus menjadi pelopor perdamaian, bukan pemicu perpecahan,” ujar H. Irfan Hamidi.

### Menjaga Belawan dengan Semangat Persaudaraan

Sebagai kawasan yang dihuni masyarakat dengan beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang kehidupan, Belawan memiliki kekayaan sosial yang harus dijaga bersama.

Baca Juga :  Hari Pelindo ke-5, Regional 1 Teguhkan Kolaborasi dan Semangat “Bersama Kita Maju”

H. Irfan Hamidi menilai keberagaman tersebut semestinya menjadi modal untuk memperkuat persaudaraan, bukan justru membuka ruang bagi pertentangan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa kedamaian tidak lahir dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui sikap saling menghargai, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesediaan menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.

“Belawan adalah rumah kita bersama yang harus dijaga. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk bermusuhan. Mari kita kedepankan sikap saling menghormati, memperkuat silaturahmi, dan menjaga keamanan lingkungan,” tegasnya.

Menurutnya, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus disikapi secara bijaksana, tanpa mengedepankan emosi maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

### Nilai Agama Harus Menjadi Penyejuk, Bukan Pemisah

Lebih jauh, H. Irfan Hamidi mengingatkan pentingnya menempatkan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Baginya, ajaran agama semestinya melahirkan pribadi yang menjunjung tinggi kasih sayang, kejujuran, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

“Agama mengajarkan kita untuk menebarkan kebaikan, menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menghindari permusuhan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun komunikasi yang menyejukkan.

Dalam pandangannya, perbedaan keyakinan dan latar belakang bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. Sebaliknya, sikap saling menghormati merupakan fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang tenteram.

Baca Juga :  Tasyakuran HUT RI ke-80, Dandim 0510/Tigaraksa Tekankan Persatuan

### Pemuda Jangan Hanya Menjadi Penonton Pembangunan

H. Irfan Hamidi turut menaruh harapan besar kepada generasi muda Belawan agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman.

Ia mendorong pemuda untuk tampil sebagai generasi yang produktif, kreatif, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya.

Pendidikan, kewirausahaan, olahraga, kegiatan kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan dinilainya dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat Sumpah Pemuda, menurutnya, harus menjadi dorongan agar anak-anak muda tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi berani mengambil bagian dalam mewujudkannya.

Generasi muda diharapkan mampu menjadi jembatan persaudaraan, menghadirkan gagasan yang membangun, serta menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah hubungan sosial.

### Jangan Biarkan Hoaks Merusak Kedamaian

Di tengah derasnya arus informasi digital, H. Irfan Hamidi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Ia menilai kabar yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman, bahkan berpotensi memicu perselisihan apabila disebarluaskan tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Karena itu, masyarakat diharapkan mengedepankan sikap kritis, memastikan kebenaran informasi, serta tidak mudah terpancing oleh isu yang belum memiliki dasar jelas.

Baca Juga :  Dana Desa Ambalutu Tembus Rp3,3 Miliar dalam Empat Tahun, Realisasi Sejumlah Program Perlu Dibuka ke Publik

Baginya, menjaga keamanan dan ketenteraman Belawan bukan semata-mata tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan kewajiban moral seluruh masyarakat.

### Dari Semangat 1928 Menuju Belawan yang Lebih Damai

Menutup pesan kebangsaannya, H. Irfan Hamidi berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tidak berhenti pada ucapan selamat dan kegiatan seremonial.

Momentum bersejarah tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa persatuan merupakan warisan perjuangan yang harus terus dipelihara oleh setiap generasi.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan sosial, masyarakat Belawan diajak untuk tetap mengedepankan persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membangun lingkungan yang aman serta kondusif.

Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat yang hidup di dalamnya.

Dari Belawan, pesan persatuan itu kembali disuarakan: berbeda bukan berarti harus berpisah, dan bersatu bukan berarti harus menjadi sama.

Sumpah Pemuda telah mengajarkan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada keberanian seluruh anak bangsa untuk berjalan bersama dalam keberagaman.

Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa — Indonesia!

(Bambang Hermanto)

banner 468x60
Example 120x600