Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Regional

Dari Dermaga Menuju Energi Hijau, Tiga Tahun BNCT Membangun Logistik Berkelanjutan

Avatar photo
15
×

Dari Dermaga Menuju Energi Hijau, Tiga Tahun BNCT Membangun Logistik Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

MEDAN | AFJ-News.Online — Tiga tahun mungkin belum terlalu panjang dalam perjalanan sebuah perusahaan. Namun di kawasan pelabuhan, tiga tahun cukup untuk menunjukkan arah: apakah sebuah terminal hanya tumbuh dari sisi aktivitas bongkar muat, atau juga mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan baru dunia logistik yang semakin cepat, efisien dan ramah lingkungan.

Perjalanan itu kini sedang ditempuh PT Belawan New Container Terminal (BNCT).

Sejak resmi berdiri pada 1 September 2023, BNCT telah genap berusia tiga tahun dan memasuki tahun keempat operasionalnya. Momentum tersebut tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia perusahaan, tetapi juga menjadi titik refleksi terhadap perjalanan BNCT dalam memperkuat layanan terminal petikemas sekaligus mendorong transformasi menuju operasional pelabuhan yang lebih berkelanjutan.

Berada di salah satu pintu utama pergerakan logistik Sumatera Utara, BNCT memainkan peran dalam menjaga kelancaran arus petikemas ekspor maupun impor.

Dari kawasan Belawan, aktivitas bongkar muat tidak sekadar berhubungan dengan kapal yang datang dan pergi. Di belakang setiap petikemas terdapat rantai panjang perdagangan, industri, distribusi dan kebutuhan masyarakat yang bergantung pada kelancaran sebuah terminal.

Karena itu, sejak awal operasionalnya BNCT menempatkan peningkatan kapasitas, produktivitas dan efisiensi pelayanan sebagai bagian penting dari pengembangan perusahaan.

Tujuannya bukan semata mempercepat proses di terminal, tetapi juga mendukung konektivitas logistik agar pergerakan barang dari dan menuju Sumatera Utara dapat berlangsung semakin efektif.

Baca Juga :  Setelah Viralnya Pemberitaan di Media Online dan LSM GMBI, Akhirnya Pembangunan Irigasi P3-TGAI Di Bojongmanik Dibongkar Kembali

Namun perjalanan tiga tahun BNCT tidak hanya berbicara mengenai produktivitas.

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon, terminal petikemas juga menghadapi tantangan baru: bagaimana tetap tumbuh tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dari kebutuhan itulah arah menuju Green Port mulai diperkuat.

BNCT secara bertahap melakukan transformasi pada peralatan operasional dengan mendorong penggunaan sistem elektrifikasi. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, khususnya solar, mulai dikurangi dan digantikan dengan peralatan bertenaga listrik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan emisi sekaligus membangun sistem operasional yang lebih efisien dalam jangka panjang.

Transformasi itu tidak berhenti pada peralatan yang telah tersedia. BNCT menyatakan peralatan baru yang akan hadir ke depan juga diarahkan menggunakan teknologi modern berbasis listrik.

Dengan demikian, modernisasi terminal tidak semata diukur dari semakin canggihnya alat bongkar muat, tetapi juga dari semakin kecilnya jejak lingkungan yang ditinggalkan dalam proses operasionalnya.

Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nasution, mengatakan perjalanan tiga tahun perusahaan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BNCT untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Forkopimda Kabupaten Tangerang Gelar Istigosah Sambut Tahun Baru 2026 dan Doa Bersama untuk Korban Musibah di Indonesia

> “Sejak resmi berdiri pada 1 September 2023, BNCT terus berupaya menjadi pilar utama kelancaran logistik dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami tidak hanya berfokus pada percepatan dan efisiensi arus bongkar muat petikemas, tetapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan,” ujar Rizki.

Menurutnya, arah pengembangan peralatan operasional perusahaan kini semakin tegas menuju elektrifikasi.

> “Peralatan baru yang kami operasikan dan siap hadir ke depan seluruhnya menggunakan sistem elektrifikasi berbasis listrik untuk menggantikan bahan bakar solar. Ini adalah langkah nyata BNCT menuju operasional ramah lingkungan demi mengurangi emisi karbon secara signifikan,” lanjutnya.

Bagi industri pelabuhan, perubahan tersebut memiliki arti strategis.

Elektrifikasi bukan sekadar pergantian sumber tenaga pada sebuah alat. Di dalamnya terdapat perubahan cara pandang bahwa efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan tidak harus berjalan pada dua jalur berbeda.

Keduanya justru dapat tumbuh secara bersamaan.

Terminal yang semakin produktif membutuhkan teknologi yang semakin modern. Sementara teknologi modern, dalam perkembangan industri saat ini, juga semakin dituntut memberikan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Karena itu, perjalanan BNCT menuju konsep Green Port menjadi bagian dari transformasi yang lebih luas dalam industri logistik.

Di sisi lain, keberadaan terminal petikemas juga memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi daerah.

Baca Juga :  Musyawarah Warga Lebak Ciung Bahas Pergantian RT 23, Harapkan Peningkatan Kinerja

Kelancaran bongkar muat membantu menjaga pergerakan barang, memperkuat mata rantai distribusi, serta memberikan dukungan terhadap aktivitas ekspor dan impor yang menjadi salah satu denyut perekonomian kawasan.

BNCT memandang keberadaan perusahaan di Belawan bukan hanya berkaitan dengan pengoperasian sebuah terminal, tetapi juga bagian dari ekosistem logistik yang melibatkan banyak pihak—mulai dari perusahaan pelayaran, pengguna jasa, pekerja pelabuhan hingga berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal dan internasional.

Karena itu, sinergi menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan.

Memasuki tahun keempat, tantangan BNCT tentu semakin besar. Pertumbuhan volume logistik harus diimbangi dengan kualitas layanan, peningkatan produktivitas, penguatan sumber daya manusia hingga kemampuan beradaptasi terhadap teknologi dan tuntutan keberlanjutan.

Namun tiga tahun pertama setidaknya telah menentukan arah.

Dari dermaga Belawan, BNCT tidak hanya berupaya mempercepat perjalanan petikemas.

Perusahaan juga mulai membangun perjalanan lain yang tidak kalah penting: menuju terminal yang semakin modern, efisien dan lebih ramah terhadap lingkungan.

Jika konsistensi tersebut terus dijaga, perjalanan menuju Green Port bukan lagi sebatas gagasan yang dibicarakan di ruang perencanaan, tetapi perlahan menjadi bagian nyata dari cara pelabuhan bekerja.

Bambang Hermanto | AFJ-News.Online

banner 468x60
Example 120x600