Scroll untuk baca artikel
banner 468x60
Example floating
Example floating
banner 468x60
Regional

Albert Hutagaol: Apa yang Terjadi pada Indonesia Jika Pohon dan Hutan Terus Hilang?

Avatar photo
9
×

Albert Hutagaol: Apa yang Terjadi pada Indonesia Jika Pohon dan Hutan Terus Hilang?

Sebarkan artikel ini

LABUHANBATU, AFJ-News.Online – Keberadaan pohon dan kawasan hutan bukan sekadar pelengkap keindahan alam. Hutan memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, tata air, keanekaragaman hayati, serta kehidupan masyarakat. Lantas, apa yang akan terjadi terhadap Indonesia di masa depan apabila pohon dan hutan terus berkurang?

Hal tersebut menjadi perhatian Albert Hutagaol, seorang insan pers yang menyoroti pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Menurut Albert, persoalan kerusakan hutan tidak semestinya hanya dibicarakan ketika terjadi banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan maupun bencana ekologis lainnya. Upaya menjaga lingkungan harus dimulai jauh sebelum dampaknya dirasakan masyarakat.

“Coba kita bayangkan, apa yang akan terjadi pada Indonesia ke depan jika pohon dan hutan terus berkurang? Kita mungkin belum merasakan seluruh dampaknya hari ini, tetapi anak dan cucu kita yang akan hidup dengan kondisi alam yang kita tinggalkan,” ujar Albert Hutagaol.

Baca Juga :  ‎UNRAS Dugaan Penyalagunaan Anggaran Dana Desa, Masyarakat Desa Perbangunan Bersama Koalisi LSM Meminta Instansi Terkait Segera Periksa Kades Perbangunan

Ia mengatakan pohon memiliki peranan besar dalam kehidupan. Selain menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, vegetasi dan kawasan hutan juga membantu menjaga siklus air, melindungi tanah dari erosi, menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, serta berkontribusi dalam mengendalikan iklim.

Menurutnya, hilangnya tutupan hutan secara terus-menerus berpotensi meningkatkan berbagai persoalan lingkungan. Ketika kemampuan tanah menyerap dan menahan air berkurang, risiko erosi, banjir maupun longsor pada wilayah tertentu dapat meningkat. Pada sisi lain, kerusakan kawasan hutan juga dapat mengancam sumber air dan habitat satwa.

“Hutan bukan hanya kumpulan pohon. Di dalamnya terdapat kehidupan dan sebuah sistem alam yang saling berkaitan. Ketika satu bagian rusak, dampaknya dapat menjalar kepada kehidupan manusia,” katanya.

Baca Juga :  Begin Edu Fair : Pengunjung Membludak Berburu Beasiswa ke Luar Negeri di Lebaran hari kedua

Albert menilai pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tetap dibutuhkan. Namun, pembangunan seharusnya berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Karena itu, ia mendorong pemerintah, dunia usaha, masyarakat, insan pers, organisasi lingkungan, serta seluruh elemen bangsa untuk mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing dalam menjaga kelestarian hutan.

Penegakan hukum terhadap aktivitas perusakan hutan juga dinilai penting dilakukan secara konsisten sesuai ketentuan perundang-undangan. Pada saat bersamaan, rehabilitasi lahan kritis, penghijauan, penanaman kembali pohon serta edukasi lingkungan kepada masyarakat perlu terus diperkuat.

“Jangan sampai kita baru menyadari betapa berharganya sebuah pohon setelah hutan berubah menjadi lahan gersang dan sumber air mulai menghilang. Menanam pohon mungkin terlihat sebagai tindakan kecil, tetapi manfaatnya dapat dinikmati puluhan tahun bahkan oleh generasi setelah kita,” tegasnya.

Baca Juga :  PT Dongyang Asset Management diduga Tidak Mengantongi Perizinan

Albert juga mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana untuk menjaga lingkungan, mulai dari menanam dan merawat pohon, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, menjaga sumber air, hingga melaporkan dugaan aktivitas perusakan hutan kepada instansi berwenang.

Menurutnya, menjaga hutan pada akhirnya bukan hanya persoalan menyelamatkan pepohonan, melainkan menjaga keberlangsungan kehidupan manusia.

“Kita tidak hanya mewarisi alam dari generasi sebelumnya, tetapi memiliki tanggung jawab untuk menyerahkannya dalam kondisi yang layak kepada anak cucu kita. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” pungkas Albert Hutagaol.

“Albert Hutagaol”

banner 468x60
Example 120x600