SIMATAHARI, LABUHANBATU SELATAN —AFJNewsOnline Maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Dusun Makmur, Desa Simatahari, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) kian meresahkan warga sekitar. Peredaran barang haram tersebut dinilai makin terbuka dan seolah-olah tidak tersentuh oleh hukum. Sabtu (22/08/2026)
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keresahan warga setempat, transaksi narkoba jenis sabu diduga kuat dikendalikan oleh seorang pengedar berinisial AM alias Amit, yang disinyalir berhubungan dengan bandar besar di wilayah tersebut berinisial E alias Evi.
Dalam menjalankan aksinya, AM diduga menjual sabu di area perkebunan kelapa sawit yang berada tepat di belakang permukiman warga. Di lokasi tersebut, mereka bahkan mendirikan cakruk atau gubuk khusus untuk melayani para pembeli secara terbuka.
“Aktivitas di perkebunan sawit itu sudah sangat terang-terangan dan membuat kami sebagai warga merasa sama sekali tidak aman,” ungkap salah satu warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Dampak dari maraknya pecandu narkoba di wilayah ini diduga memicu tingginya angka pencurian di pemukiman warga, Buah kelapa sawit milik warga kerap hilang sebelum sempat dipanen.
Material Bangunan milik warga pun raib dicuri. Aksi Nekat Pembongkaran Pintu yang Paling ekstrem, para pelaku nekat membongkar dan menggasak pintu rumah warga yang sudah terpasang—mulai dari pintu depan, pintu belakang, hingga pintu kamar mandi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kriminalitas akibat efek kecanduan narkoba di Dusun Makmur sudah berada pada level yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan serta harta benda masyarakat.
Atas situasi yang kian tidak kondusif ini, warga Desa Simatahari mendesak Polsek Kota Pinang dan Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan yang tidak jauh dari lokasi tersebut untuk segera melakukan penggerebekan, menangkap para pelaku, serta memberantas tuntas jaringan peredaran narkoba di Dusun Makmur hingga ke akar-akarnya.
Warga berharap aparat penegak hukum hadir memberikan rasa aman dan mengembalikan ketenteraman di Desa Simatahari.
Anshori Pohan

















