SURABAYA | AFJ-News.Online — Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, fungsi hubungan masyarakat tidak lagi sekadar menyampaikan kegiatan perusahaan kepada publik. Humas juga dituntut mampu membaca dinamika komunikasi, menjaga kredibilitas informasi, serta membangun kepercayaan antara perusahaan dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Kesadaran tersebut mendorong PT Belawan New Container Terminal (BNCT) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusianya di bidang komunikasi korporasi. Salah satu langkahnya dilakukan melalui keikutsertaan perwakilan tim Humas BNCT dalam Workshop & Certification of Public Relations berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berlangsung pada 23–24 September 2026 di Surabaya.
Kegiatan yang diikuti unsur kehumasan dari cabang dan anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas tersebut menjadi ruang peningkatan kompetensi sekaligus penguatan standar profesi bagi insan komunikasi di lingkungan Pelindo Group.
Bagi BNCT, agenda itu memiliki arti lebih dari sekadar mengikuti pelatihan. Sertifikasi kompetensi menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa personel kehumasan memiliki kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional, mulai dari pengelolaan informasi, hubungan dengan media, komunikasi kepada stakeholder hingga menjaga reputasi perusahaan ketika menghadapi dinamika informasi publik.
Di lingkungan operasional terminal petikemas yang mempertemukan banyak kepentingan—mulai dari pengguna jasa, mitra usaha, pemerintah, pekerja hingga masyarakat—komunikasi yang tepat memiliki peranan penting. Informasi yang terlambat, tidak utuh maupun tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kesalahpahaman. Sebaliknya, komunikasi yang cepat, akurat dan terbuka dapat menjadi bagian dari kekuatan perusahaan dalam membangun kepercayaan.
Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nasution, menyampaikan bahwa keikutsertaan tim Humas BNCT dalam workshop dan sertifikasi tersebut merupakan investasi perusahaan dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia.
> “Di era keterbukaan informasi saat ini, peran kehumasan yang kompeten dan tersertifikasi secara nasional oleh BNSP menjadi kunci utama dalam menjaga reputasi serta kepercayaan publik terhadap BNCT,” ujar Rizki Affandi Nasution.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Workshop & Certification of Public Relations tersebut sekaligus menjadi ikhtiar BNCT untuk menyelaraskan standar komunikasi korporasi dengan arah kebijakan Pelindo Group.
Ia berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat mendorong lahirnya pola komunikasi yang semakin harmonis, informatif dan memberikan dampak positif bagi seluruh stakeholder di lingkungan Pelabuhan Belawan.
Langkah penguatan kompetensi ini juga menunjukkan perubahan wajah kehumasan korporasi. Di tengah keterbukaan informasi, humas tidak cukup hanya hadir ketika perusahaan memiliki kegiatan yang perlu dipublikasikan. Humas justru dituntut menjadi penghubung yang mampu menerjemahkan kebijakan dan aktivitas perusahaan ke dalam informasi yang mudah dipahami sekaligus menjaga akurasi pesan yang diterima publik.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting bagi BNCT sebagai perusahaan yang bergerak dalam layanan terminal petikemas, di mana kelancaran operasional tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi, tetapi turut dipengaruhi oleh hubungan yang baik dengan berbagai pihak.
Melalui workshop dan sertifikasi profesi berstandar nasional tersebut, BNCT berharap kompetensi tim komunikasinya semakin terukur dan adaptif terhadap perkembangan media serta kebutuhan informasi masyarakat.
Pada akhirnya, kualitas komunikasi korporasi tidak semata dinilai dari seberapa banyak informasi yang disampaikan, tetapi dari seberapa tepat, terbuka dan dapat dipercaya informasi tersebut ketika sampai kepada publik.
Dengan penguatan kapasitas insan Humas, BNCT optimistis dapat terus membangun komunikasi perusahaan yang profesional sekaligus memperkokoh kepercayaan stakeholder sejalan dengan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis terminal petikemas.
Bambang Hermanto | AFJ-News.Online

















